Tridianto tuding kasus Rudi masih terkait konvensi Demokrat
Rabu, 14 Agustus 2013 - 14:37 WIB
Tridianto tuding kasus Rudi masih terkait konvensi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tridianto menuding, kasus dugaan suap yang diterima Rudi masih terkait konvensi Partai Demokrat.
Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai indikasi ke arah tersebut, Tridianto belum bisa menyebutkan. Dia hanya meminta KPK perlu melakukan pemeriksaan secara mendalam, terhadap atasan Rudi yaitu Menteri ESDM Jero Wacik.
"Kalau perlu KPK periksa Menteri ESDM, karena kepala SKK Migas adalah orang terdekat Menteri ESDM. Jangan-jangan uang suap itu mau untuk pendanaan konvensi Demokrat," kata Tridianto melalui pesan Blackberry kepada Sindonews.com, Rabu (14/8/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, penyidik KPK berhasil menangkap tangan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Penangkapan dilakukan terkait dugaan suap dari perusahaan minyak asing.
Penangkapan mantan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut, dilakukan KPK sekira pukul 22.30 WIB Selasa 13 Agustus 2013 malam. Namun, Rudi beserta empat orang lainnya baru digelandang ke Gedung KPK sekira pukul 01.20 WIB.
Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi SP membenarkan, penyidik KPK telah melakukan tangkap tangan atas dugaan suap terhadap Rudi dan 4 orang terduga lainnya.
Menurut informasi yang dihimpun Sindonews.com, Rudi diduga menerima suap sebanyak dua kali. Pertama menerima USD 300 ribu dan kedua setelah Lebaran, Rudi menerima kembali suap sebesar USD 400 ribu. Dengan total mencapai Total USD 700 ribu.
Selain ratusan ribu dolar yang berhasil disita, KPK juga berhasil menyita barang bukti berupa motor gede merek BMW, tas berwarna hitam dan sejumlah kardus yang belum bisa di identifikasi isinya.
Kini Rudi beserta empat orang lainnya masih dalam pemeriksaan KPK, untuk dimintai keterangan terkait pengembangan kasus dugaan suap tersebut.
Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai indikasi ke arah tersebut, Tridianto belum bisa menyebutkan. Dia hanya meminta KPK perlu melakukan pemeriksaan secara mendalam, terhadap atasan Rudi yaitu Menteri ESDM Jero Wacik.
"Kalau perlu KPK periksa Menteri ESDM, karena kepala SKK Migas adalah orang terdekat Menteri ESDM. Jangan-jangan uang suap itu mau untuk pendanaan konvensi Demokrat," kata Tridianto melalui pesan Blackberry kepada Sindonews.com, Rabu (14/8/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, penyidik KPK berhasil menangkap tangan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Penangkapan dilakukan terkait dugaan suap dari perusahaan minyak asing.
Penangkapan mantan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut, dilakukan KPK sekira pukul 22.30 WIB Selasa 13 Agustus 2013 malam. Namun, Rudi beserta empat orang lainnya baru digelandang ke Gedung KPK sekira pukul 01.20 WIB.
Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi SP membenarkan, penyidik KPK telah melakukan tangkap tangan atas dugaan suap terhadap Rudi dan 4 orang terduga lainnya.
Menurut informasi yang dihimpun Sindonews.com, Rudi diduga menerima suap sebanyak dua kali. Pertama menerima USD 300 ribu dan kedua setelah Lebaran, Rudi menerima kembali suap sebesar USD 400 ribu. Dengan total mencapai Total USD 700 ribu.
Selain ratusan ribu dolar yang berhasil disita, KPK juga berhasil menyita barang bukti berupa motor gede merek BMW, tas berwarna hitam dan sejumlah kardus yang belum bisa di identifikasi isinya.
Kini Rudi beserta empat orang lainnya masih dalam pemeriksaan KPK, untuk dimintai keterangan terkait pengembangan kasus dugaan suap tersebut.
(stb)