Sejak lama DPR tahu ada permainan di SKK Migas
Rabu, 14 Agustus 2013 - 13:15 WIB
Sejak lama DPR tahu ada permainan di SKK Migas
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR RI Achsanul Qosasih ikut mengomentari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini.
Dirinya mengungkapkan, sudah sejak lama DPR mendapatkan informasi terkait adanya permainan di SKK Migas. Menurutnya, SKK Migas rentan dengan rayuan suap dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) asing, dalam menjalankan tugasnya.
"SKK Migas memang sangat rentan dengan rayuan KKKS Asing. Sebenarnya dari dahulu sejak masih BP Migas, sudah mulai banyak info yang masuk ke parlemen tentang permainan di BP Migas," jelas Achsanul ketika dihubungi wartawan, Rabu (14/8/2013).
Sebelumnya, Rudi serta lima orang lainnya ditangkap penyidik KPK atas dugaan suap, pada Selasa 13 Agustus 2013 malam. Rudi diduga menerima suap sebesar USD700 ribu. Menurut informasi yang dihimpun Sindonews, Rudi menerima suap dua kali. Pertama menerima USD300 ribu dan kedua setelah Lebaran Rudi menerima kembali suap sebesar USD400 ribu.
Selain uang ratusan ribu dolar, saat operasi tangkap tangan, KPK berhasil menyita motor gede (moge) merek BMW, tas berwarna hitam dan sejumlah dokumen lainnya yang terbungkus kardus yang diduga alat bukti lainnya.
Dirinya mengungkapkan, sudah sejak lama DPR mendapatkan informasi terkait adanya permainan di SKK Migas. Menurutnya, SKK Migas rentan dengan rayuan suap dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) asing, dalam menjalankan tugasnya.
"SKK Migas memang sangat rentan dengan rayuan KKKS Asing. Sebenarnya dari dahulu sejak masih BP Migas, sudah mulai banyak info yang masuk ke parlemen tentang permainan di BP Migas," jelas Achsanul ketika dihubungi wartawan, Rabu (14/8/2013).
Sebelumnya, Rudi serta lima orang lainnya ditangkap penyidik KPK atas dugaan suap, pada Selasa 13 Agustus 2013 malam. Rudi diduga menerima suap sebesar USD700 ribu. Menurut informasi yang dihimpun Sindonews, Rudi menerima suap dua kali. Pertama menerima USD300 ribu dan kedua setelah Lebaran Rudi menerima kembali suap sebesar USD400 ribu.
Selain uang ratusan ribu dolar, saat operasi tangkap tangan, KPK berhasil menyita motor gede (moge) merek BMW, tas berwarna hitam dan sejumlah dokumen lainnya yang terbungkus kardus yang diduga alat bukti lainnya.
(maf)