Pengamat: Jumhur Hidayat modal nekat doang

Rabu, 07 Agustus 2013 - 05:06 WIB
Pengamat: Jumhur Hidayat...
Pengamat: Jumhur Hidayat modal nekat doang
A A A
Sindonews.com - Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat dinilai tak bermodalkan apa-apa untuk maju sebagai calon Presiden (Capres) di Pemilu 2014. Bahkan, Jumhur dinilai terlalu nekat.

"Jumhur cuma modal nekat doang," ujar Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens kepada Sindonews, Selasa (6/8/2013) malam.

Boni pun mengaku enggan memberikan komentar lebih jauh terkait keinginan Jumhur untuk menjadi peserta konvensi penjaringan calon presiden (Capres) Partai Demokrat.

"Sudahlah, enggak usah diseriusin. Enggak usah saya komentar lagi ya. Saya enggak tertarik dan enggak merasa penting komentari Jumhur,"cetusnya.

"Lebih pas kita bahas, Hary Tanoesoedibjo dipasangkan dengan Jokowi kalau Partai Hanura tidak meraih di atas 10 persen pileg. Jokowi-HT. Nah, aku pengamat dan peramal. Dulu aku ramal Jokowi dengan Ahok, jadi lho," pungkasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengaku siap mengikut konvensi penjaringan calon Presiden (Capres) Partai Demokrat nantinya.

"Saya Moh Jumhur Hidayat menyatakan siap untuk mengikuti konvensi Partai Demokrat bila memang peluang menjadi peserta konvensi itu terbuka untuk saya,"ujar Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat saat konferensi pers di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2013).

Dia menambahkan bahwa beberapa bulan terakhir ini, ruang politik media telah dipenuhi dengan apa yang disebut konvensi Partai Demokrat. Mengenai hal itu, kata dia, berbagai spekulasi bermunculan diantaranya tentang bagaimana tata cara mengikuti konvensi, apakah diundang atau diadakah pendaftaran terbuka serta siapa-siapa saja yang akan menjadi peserta konvensi.

Lebih lanjut dia mengatakan, adanya harapan-harapan baru yang muncul serta adanya kecurigaan-kecurigaan yang dimunculkan semakin menambah ramainya ruang pemberitaan politik ditanah air.

"Ternyata, spekulasi itupun akhirnya menimpa diri saya, karena berbagai kalangan dibeberapa wilayah tanah air telah secara bersungguh-sungguh mendorong saya untuk ikut dalam konvensi itu,"imbuhnya.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Infografis
Pengamat: Tangkap Dalang...
Pengamat: Tangkap Dalang Parodi Lagu Indonesia Raya dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved