SBY didesak batalkan penunjukan Patrialis jadi hakim MK

Rabu, 31 Juli 2013 - 01:08 WIB
SBY didesak batalkan...
SBY didesak batalkan penunjukan Patrialis jadi hakim MK
A A A
Sindonews.com - Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK mendesak pembatalan penunjukan Patrialis Akbar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Penunjukkan Patrialis dianggap tidak memperhatikan rekam jejak (track record) yang kurang cemerlang.

Koalisi ini beranggotakan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), koalisi tersebut juga terdiri dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), dan LBH Jakarta.

"Dalam rangka menyelamatkan MK, kami meminta Presiden SBY membatalkan penunjukan Patrialis Akbar sebagai calon hakim konstitusi dari unsur pemerintah karena prosesnya yang cacat hukum dan berpotensi melemahkan institusi MK," ujar Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK, Emerson Yuntho melalui rilis yang diterima Sindonews, Selasa (30/7/2013).

Ia mengatakan, perlu dilakukan pembentukan panitia seleksi calon hakim konstitusi dan menjalankan proses seleksi secara transparan, partisipatif dan akuntabel.

Langkah ini dipandang penting agar seleksi yang dilakukan mampu menjaring calon-calon hakim konstitusi yang memiliki integritas dan kepribadian tidak tercela, mampu berlaku adil, serta seorang negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan.

"Sebelum proses seleksi selesai dilakukan maka presiden wajib memperpanjang masa jabatan Achmad Sodiki selaku hakim konstitusi," ucap Emerson.

Peneliti ICW ini menambahkan, alasan penolakan terhadap Patrialis karena selama menjabat sebagai Menkum HAM sejumlah kebijakannya dinilai tidak pro pemberantasan korupsi. Sejumlah kebijakan Patrialis saat menjabat sebagai menteri dianggap kontroversial dan tidak sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi.

"Antara lain pemberian “obral” remisi dan pembebasan bersyarat terhadap koruptor, pembangunan sel khusus koruptor di LP Cipinang dan dukungan terhadap pemberian grasi terhadap Syaukani, mantan Bupati Kutai Kartanegara. Pada era Patrialis juga terungkap skandal sel mewah milik Artalyta Suryani di Rutan Pondok Bambu," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Arsul Sani Jalani Uji...
Arsul Sani Jalani Uji Calon Hakim Konstitusi
Pisah Sambut Hakim Mahkamah...
Pisah Sambut Hakim Mahkamah Konstitusi
Aksi Menolak Arogansi...
Aksi Menolak Arogansi DPR
Bukan Utusan Lembaga
Bukan Utusan Lembaga
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Kirim Surat ke MK, 9 Hakim Diminta Mundur
Ketua Hakim Konstitusi...
Ketua Hakim Konstitusi Anwar Usman Jalani Pemeriksaan
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved