Lima nilai konvensi Demokrat rawan diskriminatif
Selasa, 30 Juli 2013 - 12:47 WIB
Lima nilai konvensi Demokrat rawan diskriminatif
A
A
A
Sindonews.com - Mekanisme yang ditempuh Partai Demokrat dalam menjaring calon presiden (Capres), melalui konvensi dinilai rawan diskriminatif terhadap kader di luar internal partai. Demikian dikatakan Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti.
Menurutnya, Partai Demokrat mustinya mengakoomodir kepentingan publik dalam menilai, dan menyeleksi kandidat capres. Alasan tersebut dilakukan, agar proses seleksi tidak terjadi sikap diskriminatif terhadap calon di luar partai.
"Sejatinya masyarakat harus tahu apa syarat-syarat seseorang diundang dan tidak. Tentu hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap para calon kandidat," ujar Ray, kepada Sindonews.com, di Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Selain itu, kata Ray, seharusnya Partai Demokrat memaksimalkan kader dan pengurus di daerah untuk dilibatkan dalam keputusan-keputusan strategis partai, seperti memberikan penilaian terhadap calon kandidat yang diinginkan partai.
Alasannya, selain berbiaya murah, cara tersebut sekaligus memberi kesempatan bagi pengurus untuk berkontribusi menentukkan pemimpin pilihannya.
"Bisa saja mekanismenya melalui pemilihan terbatas, yakni pemilihan yang dilakukan oleh ketua-ketua pengurus di tingkat provinsi atau kabupaten/kota," paparnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat telah menunjuk 18 komite konvensi untuk menyeleksi sejumlah tokoh, baik dari internal maupun luar partai yang selama ini disebut-sebut bersedia maju menjadi capres dari Partai Demokrat.
Menurutnya, Partai Demokrat mustinya mengakoomodir kepentingan publik dalam menilai, dan menyeleksi kandidat capres. Alasan tersebut dilakukan, agar proses seleksi tidak terjadi sikap diskriminatif terhadap calon di luar partai.
"Sejatinya masyarakat harus tahu apa syarat-syarat seseorang diundang dan tidak. Tentu hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap para calon kandidat," ujar Ray, kepada Sindonews.com, di Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Selain itu, kata Ray, seharusnya Partai Demokrat memaksimalkan kader dan pengurus di daerah untuk dilibatkan dalam keputusan-keputusan strategis partai, seperti memberikan penilaian terhadap calon kandidat yang diinginkan partai.
Alasannya, selain berbiaya murah, cara tersebut sekaligus memberi kesempatan bagi pengurus untuk berkontribusi menentukkan pemimpin pilihannya.
"Bisa saja mekanismenya melalui pemilihan terbatas, yakni pemilihan yang dilakukan oleh ketua-ketua pengurus di tingkat provinsi atau kabupaten/kota," paparnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat telah menunjuk 18 komite konvensi untuk menyeleksi sejumlah tokoh, baik dari internal maupun luar partai yang selama ini disebut-sebut bersedia maju menjadi capres dari Partai Demokrat.
(stb)