Gunakan data raskin, TNP2K yakin data BLSM akurat

Senin, 29 Juli 2013 - 21:10 WIB
Gunakan data raskin,...
Gunakan data raskin, TNP2K yakin data BLSM akurat
A A A
Sindonews.com - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) akui kesalahan data yang digunakan dalam pemberian kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, hal tersebut tidaklah banyak karena data yang digunakan adalah data raskin.

Pengendali kluster satu Program Bantuan Sosial Berbasis Rumah Tangga-Keluarga Kelompok TNP2K, Sri Kusuma Astuti mengatakan, 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang sekarang menjadi panduan pemerintah dalam memberikan kompensasi ialah data raskin yang sudah diberikan pada Januri 2013 lalu.

Terdiri dari 78 ribu desa, hanya 360 yang mengirimkan data dari musyawarah desa (Musdes) dan musyawarah kelurahan (Muskel).

Menurut dia, selama ini dengan bayaknya sorotan dan kekeliruan dilapangan seharusnya tidak dijadikan kesimpulan dan evaluasi program. Namun, TNP2K akan berusaha melakukan evaluasi guna mencari berapa data yang salah, berapa data yang harus diperbaiki.

Dengan begitu akan ada mekanisme yang baru dan disipakan dengan musdes atau muskel. Di beberapa kantor pos, hasil dari Musdes dan Muskel ditempelkan untuk dapat dilihat transparasi siapa yang mendapatkan atau yang tidak.

"Awalnya KPS digunakan untuk untuk percetakan raskin, baru BLSM datang," tandasnya saat ditemui di Jakarta, Senin (29/7/2013).

Menurut Sri, KPS adalah penanda masyarakat miskin yang tergolong sebagai 25 persen terbawah. Data tersebut adalah 40 persen dari garis kemiskinan.

"Data disana diambil terbawah 25 persen. Padahal datanyang disurvei sebesar 45 persen," ujar dia.

Dia mengatakan, data yang dikelola TNP2K sebesar 40 persen dengan presentase kemiskinan 11,6 persen. Jika dilihat, dengan jumlah orang miskin dan dana yang diberikan pemerintah seharusnya cukup untuk mengcover yang hampir miskin.

"Pemerintah berikan dana untuk 25 persen dari 11,6 persen dalam pemberian kompensasi sedangkan ada 40 persen orang miskin dan rentan. Kita ambil yang keraknya," ujarnya.
(kri)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved