68 persen anak sekolah di Indonesia suka jajan

Minggu, 28 Juli 2013 - 17:15 WIB
68 persen anak sekolah...
68 persen anak sekolah di Indonesia suka jajan
A A A
Sindonews.com - Staf Ahli Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Bidang Pencapaian Tujuan MDGs Rahmat Sentika mengatakan, kecukupan pangan anak-anak kini semakin berkurang, terutama asupan proteinnya.

Padahal protein dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak terkait proses pertumbuhan. Jika seharusnya pemenuhan protein pada anak berkisar antara 8-10 persen, maka yang terjadi kini adalah hanya 4-5 persen.

Kebiasaan jajan sulit dipisahkan dari anak-anak. Sebanyak 68 persen anak sekolah yang tersebar di 15 kota di Indonesia suka jajan. Dan 12 persen anak yang suka membawa bekal ke sekolah.

Ada empat bahan yang masuk ke dalam zat aditif. Pertama ialah bahan pewarna, bahan pengawet, bahan penyedap dan bahan pemanis buatan. Rahmat mengatakan, karena anak-anak suka jajan maka kualitas dari jajanan tersebut yang harus diperhatikan.

Untuk mendapatkan hasil sebanyak mungkin dengan modal seminim mungkin, ada oknum penjual makanan yang menambahkan zat-zat berbahaya ke dalam jajanan tersebut.

"Zat-zat tersebut antara lain rhodamin B, borax, metanil yellow dan formalin. Rhodamin B sering dipakai karena merupakan pewarna," tandas dia.

Padahal untuk mendapatkan warna secara alami bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan makanan yang ada .Warna tersebut seperti merah dari tomat dan wortel, warna hijau dari daun pandan dan daun suji, warna ungu dari bit dan warna kuning dari nanas.

Lanjut dia, penggunaan zat-zat berbahaya pada makanan akan sangat membahayakan organ tubuh. Akumulasi zat akan berlangsung dalam waktu lama hingga muncul dalam bentuk penyakit. Zat-zat tersebut akan masuk ke ginjal dan mengganggu proses filtrasi darah.

"Jika sudah merusak sistem filtrasi darah, maka zat tersebut akan menjadi kerak sehingga menyebabkan seseorang harus menjalani hemodialisis atau cuci darah." Tegasnya.
(stb)
Berita Terkait
BPOM Makassar Tes Keamanan...
BPOM Makassar Tes Keamanan Takjil, Pastikan Tanpa Zat Berbahaya
Peringati HUT ke-22,...
Peringati HUT ke-22, BPOM: Ajak Generasi Muda Melek Pengawasan Obat dan Makanan
Produk Tanpa Izin Edar...
Produk Tanpa Izin Edar Masih Marak Menjelang Hari Raya
BPPOM Palembang Musnahkan...
BPPOM Palembang Musnahkan Produk Hasil Pengawasan Senilai Rp179 Juta
Komitmen Badan POM Kawal...
Komitmen Badan POM Kawal Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat Selama Ramadhan
BPOM Kawal Pengembangan...
BPOM Kawal Pengembangan Sorgum dari Hulu ke Hilir
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved