Golkar berharap hanya 5 parpol lolos ke Senayan
Sabtu, 27 Juli 2013 - 15:56 WIB
Golkar berharap hanya 5 parpol lolos ke Senayan
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar berharap jumlah partai politik (Parpol) yang duduk di parlemen sedikit. Pasalnya, banyaknya parpol akan membuat penjaringan bakal calon presiden (Capres) sulit terwujud.
Ketua DPP Partai Golkar Nudirman Munir mengatakan, Partai Golkar menyatakan tak ingin ada perubahan dalam Undang-Undang Pemilihan Presiden (UU Pilpres) terkait presidential threshold sebesar 20 persen.
"Kita melihat kenapa? Partai kecil bisa melakukan loby, konsolidasi sehingga menjadi 20 persen. Maksud kita supaya jangan terlalu banyak capres," ujar Nudirman, di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/7/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, demokrasi akan hancur jika terlalu banyak partai. Pasalnya, Indonesia yang multi etnis harus mengedepankan kepentingan nasional.
"Bahwa partai jangan terlalu banyak, you mau partai 40-an kayak yang lalu, pusing juga saya," ucapnya.
Nudirman menilai, terlalu banyak fraksi di parlemen terutama partai kecil satu atau dua orang saja terkadang malah justru menghambat anggota dewan dalam mengambil keputusan.
"Hanya dua atau satu orang di komisi bisa ganjal semua, tapi kalau partai itu tinggal 5 persoalannya lebih mudah," tambahnya.
Ketua DPP Partai Golkar Nudirman Munir mengatakan, Partai Golkar menyatakan tak ingin ada perubahan dalam Undang-Undang Pemilihan Presiden (UU Pilpres) terkait presidential threshold sebesar 20 persen.
"Kita melihat kenapa? Partai kecil bisa melakukan loby, konsolidasi sehingga menjadi 20 persen. Maksud kita supaya jangan terlalu banyak capres," ujar Nudirman, di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/7/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, demokrasi akan hancur jika terlalu banyak partai. Pasalnya, Indonesia yang multi etnis harus mengedepankan kepentingan nasional.
"Bahwa partai jangan terlalu banyak, you mau partai 40-an kayak yang lalu, pusing juga saya," ucapnya.
Nudirman menilai, terlalu banyak fraksi di parlemen terutama partai kecil satu atau dua orang saja terkadang malah justru menghambat anggota dewan dalam mengambil keputusan.
"Hanya dua atau satu orang di komisi bisa ganjal semua, tapi kalau partai itu tinggal 5 persoalannya lebih mudah," tambahnya.
(kri)