Konvensi capres Demokrat cuma basa-basi
Sabtu, 27 Juli 2013 - 07:02 WIB
Konvensi capres Demokrat cuma basa-basi
A
A
A
Sindonews.com - Konvensi terbuka capres Partai Demokrat dinilai hanya sebagai basa-basi politik untuk memperbaiki citra partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Saya kira iya basa-basi karena konvensi itu sendiri tidak dimaksudkan untuk melakukan proses demokrasi," ujar Pengamat Politik dari Universitas Airlangga Haryadi, saat berbincang dengan Sindonews, Sabtu (27/7/2013).
Bergabungnya adik kandung Ibu Negara Ani Yudhoyono, Jenderal Purnawirawan Pramono Edhie Wibowo, ke dalam Partai Demokrat merupakan sinyalemen kuat bagi partai tersebut untuk mencapreskan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.
"Pak Pramono Edhie itu sesuatu yang nyaris niscaya. Tanpa harus konvensi pun hampir bisa dipastikan Pak Pramono Edhie calonnya, tapi bagaimana kemunculan Pak Pramono itu salah satunya lewat konvensi," ujar Haryadi.
Selain itu, lanjut dia, lamanya proses konvensi capres yang digelar partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi tidak masuk akal. "Konvensi yang durasinya lama itu enggak masuk akal, diumumkan capresnya setelah Pileg (pemilu legislatif), ketika konvensi itu sesungguhnya Demokrat terjebak di dalam pembicaraan perihal figur capres," kata Haryadi.
Sebagaimana diketahui, Partai Demokrat akan menggelar konvensi terbuka capres 2014 pada September 2013. Salah satu alasannya, Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat SBY tidak dapat lagi menjadi Presiden karena sudah dua kali menjabat.
Selain itu Demokrat mengakui belum memiliki figur tokoh yang kuat sebagai capres yang akan diusungnya, sehingga digelar mekanisme penjaringan capres melalui konvensi terbuka bagi umum namun dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan partai tersebut.
Namun belakangan organisasi sayap Partai Demokrat, Barisan Massa Demokrat (BMD), menyatakan dukungannya kepada Pramono Edhie Wibowo melalui spanduk yang terpasang di berbagai ruang publik. Hal itu menjadikan sinyalemen bahwa Demokrat akan mengusung Pramono Edhie pada Pilpres 2014.
"Saya kira iya basa-basi karena konvensi itu sendiri tidak dimaksudkan untuk melakukan proses demokrasi," ujar Pengamat Politik dari Universitas Airlangga Haryadi, saat berbincang dengan Sindonews, Sabtu (27/7/2013).
Bergabungnya adik kandung Ibu Negara Ani Yudhoyono, Jenderal Purnawirawan Pramono Edhie Wibowo, ke dalam Partai Demokrat merupakan sinyalemen kuat bagi partai tersebut untuk mencapreskan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.
"Pak Pramono Edhie itu sesuatu yang nyaris niscaya. Tanpa harus konvensi pun hampir bisa dipastikan Pak Pramono Edhie calonnya, tapi bagaimana kemunculan Pak Pramono itu salah satunya lewat konvensi," ujar Haryadi.
Selain itu, lanjut dia, lamanya proses konvensi capres yang digelar partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi tidak masuk akal. "Konvensi yang durasinya lama itu enggak masuk akal, diumumkan capresnya setelah Pileg (pemilu legislatif), ketika konvensi itu sesungguhnya Demokrat terjebak di dalam pembicaraan perihal figur capres," kata Haryadi.
Sebagaimana diketahui, Partai Demokrat akan menggelar konvensi terbuka capres 2014 pada September 2013. Salah satu alasannya, Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat SBY tidak dapat lagi menjadi Presiden karena sudah dua kali menjabat.
Selain itu Demokrat mengakui belum memiliki figur tokoh yang kuat sebagai capres yang akan diusungnya, sehingga digelar mekanisme penjaringan capres melalui konvensi terbuka bagi umum namun dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan partai tersebut.
Namun belakangan organisasi sayap Partai Demokrat, Barisan Massa Demokrat (BMD), menyatakan dukungannya kepada Pramono Edhie Wibowo melalui spanduk yang terpasang di berbagai ruang publik. Hal itu menjadikan sinyalemen bahwa Demokrat akan mengusung Pramono Edhie pada Pilpres 2014.
(lal)