Konvensi capres Demokrat cuma dagelan politik
Jum'at, 26 Juli 2013 - 06:16 WIB
Konvensi capres Demokrat cuma dagelan politik
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa nama tokoh sudah ramai diperbincangkan akan ikut dalam konvensi calon presiden (Capres) Partai Demokrat. Namun, banyak pihak yang menilai peluang tokoh-tokoh dari eksternal Partai Demokrat kecil untuk terpilih atau diusung menjadi capres.
"Saya melihat konvensi yang dilakukan oleh Partai Demokrat itu dagelan politik. Yang mana keikutsertaan calon lain dianggap sebagai penggembira semata," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi ketika dihubungi Sindonews, Jumat (26/7/2013).
Menurutnya, Partai Demokrat sudah punya calon yang tengah digadang-gadang. Ia menilai, salah satunya kandidat terkuat adalah adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Pramono Edhie Wibowo.
Akan tetapi, lanjut Muradi, tokoh yang disiapkan Partai Demokrat untuk ikut konvensi seperti Pramono Edhie Wibowo, Gita Wirjawan, atau Marzuki Alie sulit untuk "dijual" ke masyarakat.
"Saya harus bilang bahwa stok calon yang dimiliki oleh Demokrat sulit untuk bisa setidaknya head to head dengan sejumlah figur yang ada," tandas Muradi.
Ia menambahkan, jika kalkulasinya pemilu presiden (Pilpres) dilakukan hari ini maka sulit bagi capres Partai Demokrat untuk bersaing dengan calon-calon lain.
"Apalagi tipikal personal kepemimpinan SBY tidak lagi menjadi magnet politik. Artinya, Demokrat butuh figur yang bisa menjadi magnet politik dan itu salah satunya lewat konvensi kalau hal tersebut dapat dilakukan secara fair," pungkasnya.
"Saya melihat konvensi yang dilakukan oleh Partai Demokrat itu dagelan politik. Yang mana keikutsertaan calon lain dianggap sebagai penggembira semata," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi ketika dihubungi Sindonews, Jumat (26/7/2013).
Menurutnya, Partai Demokrat sudah punya calon yang tengah digadang-gadang. Ia menilai, salah satunya kandidat terkuat adalah adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Pramono Edhie Wibowo.
Akan tetapi, lanjut Muradi, tokoh yang disiapkan Partai Demokrat untuk ikut konvensi seperti Pramono Edhie Wibowo, Gita Wirjawan, atau Marzuki Alie sulit untuk "dijual" ke masyarakat.
"Saya harus bilang bahwa stok calon yang dimiliki oleh Demokrat sulit untuk bisa setidaknya head to head dengan sejumlah figur yang ada," tandas Muradi.
Ia menambahkan, jika kalkulasinya pemilu presiden (Pilpres) dilakukan hari ini maka sulit bagi capres Partai Demokrat untuk bersaing dengan calon-calon lain.
"Apalagi tipikal personal kepemimpinan SBY tidak lagi menjadi magnet politik. Artinya, Demokrat butuh figur yang bisa menjadi magnet politik dan itu salah satunya lewat konvensi kalau hal tersebut dapat dilakukan secara fair," pungkasnya.
(kri)