Keserasian sosial cermin budaya Pancasila

Sabtu, 20 Juli 2013 - 10:48 WIB
Keserasian sosial cermin...
Keserasian sosial cermin budaya Pancasila
A A A
Sindonews.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menjembatani terciptanya hidup dalam keserasian sosial setara, adil, terjalin persaudaraan tanpa terjebak dikotomi mayoritas-minoritas.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, negara wajib memberikan perlindungan dan jaminan rasa aman bagi warga untuk berinteraksi dalam menjalani kehidupan sesuai amanat konstitusi.

Menurut dia, Kemensos memiliki pengalaman dalam mengatasi konflik sosial di Ambon dan Poso, salah satu formula di tempat tersebut adalah dengan mengendepankan dialog serta nilai-nilai kearifan lokal pela gandong di Ambon dan sintuwu maroso di Poso.

“Nilai-nilai kearifan lokal, mampu menciptakan suasana kondusif, aman, rukun, saling percaya, saling berkomunikasi serta saling menjaga," tandasnya saat ditemui di Kantor Kemensos, Sabtu (20/7/2013).

Menurut Salim, dalam negara ini masih terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang masih dipertahankan. Hal dijadikan dasar dalam mewujudkan keserasian sosial bagi setiap aktifitas warga.

“Konflik sosial dan permasalahan bisa didekati melalui adat dan kharismatik ketokohan masyarakat setempat,” ujarnya.

Lanjut dia, hal ini dikarenakan tidak lain karena masih melekatnya pilar-pilar kebangsaan melalui semangat Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tidak hanya itu, unsur-unsur tarian adat dalam prosesi menerima tamu, menjadi tanda nyata semangat kebangsaan masih ada dan kuat, seperti bendera merah putih dan lagu kebangsaan,” ucap Mensos.

Saat ini, berbagai pertikaian antarwarga belum mampu diselesaikan secara tuntas. Sebab, berbagai persoalan yang menjadi alat penyelesaiannya tumpul termasuk melalui pendekatan hukum positif.

Oleh karena itu, ada ruang yang tidak bisa diselesaikan berdasarkan hukum negara, termasuk niat pelaku penyelesaian yang setengah-setengah dan terindikasi ada ketakutan. Penyelesaian konflik sosial sering dibiarkan selesai secara alami, walaupun menyisakan api dalam sekam yang suatu saat bisa meledak.

Pengalaman penanganan konflik di atas, sebagai hasil dari evaluasi perjalanan Safari Bakti Kesetikawanan Sosial (SBKS) yang berlangsung bulan Juni kemarin.

“Sebuah potret menggembirakan dari pergerakan kapal kemanusian yang digagas Kemensos, telah membawa pesan masa depan Indonesia yang majemuk atau pluralitas masih terjaga dengan baik," tegasnya.
(lal)
Berita Terkait
Wujud Kepedulian Pertamina...
Wujud Kepedulian Pertamina pada Anak Yatim Piatu
Asabri Salurkan Bantuan...
Asabri Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Optik Tunggal Perluas...
Optik Tunggal Perluas Jangkauan CSR ke Daerah Terpencil
Pertamina EP Tuntaskan...
Pertamina EP Tuntaskan 354 Program Sosial hingga September 2025
Inisiatif WINGS for...
Inisiatif WINGS for UNICEF untuk Wujudkan Sekolah Sehat dan Ramah Lingkungan di Indonesia
Gandeng Baznas, BKI...
Gandeng Baznas, BKI Jalankan Program Sosial di Sekitar Wilayah Operasi
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Manusia Pertama yang...
Manusia Pertama yang Mencapai 1 Miliar Followers di Media Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved