Yunus ibaratkan PPATK seperti 'gelandang' dalam TPPU

Jum'at, 19 Juli 2013 - 22:27 WIB
Yunus ibaratkan PPATK...
Yunus ibaratkan PPATK seperti 'gelandang' dalam TPPU
A A A
Sindonews.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), diibaratkan menjadi "gelandang" dalam pengusutan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal ini diungkapkan Mantan Kepala PPATK Yunus Husein dalam sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait korupsi simulator SIM di Korlantas Polri dengan terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo. Menurutnya, dalam pengusutan kasus pencucian uang, PPATK hanya berperan sebagai pengumpan informasi kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Yunus menambahkan, PPATK tetap menjadi lembaga kunci yang berada langsung di bawah koordinasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk mengusut semua tindakan pencucian uang atau tindakan menyembunyikan kekayaan pribadi yang dianggap mencurigakan.

"Kalau ibarat sepak bola, PPATK saya menyebutnya sebagai gelandang dalam proses penyidikan suatu dugaan korupsi. Tiap tindakan korupsi hampir pasti disertai tindakan pencucian uang. Dengan demikian, perlu lembaga yang benar-benar khusus memantau dugaan transaksi pencucian uang," jelas Yunus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Ketua Pusat Kajian Anti Pencucian Uang (PUKAU) ini mengaku kenal dengan Djoko Susilo saat melakukan pertandingan sepak bola. "Saya kenal dengan Pak Djoko saat bermain sepak bola. Saat itu dia angkatan 84 Jagatara dan melawan tim dari PPATK dalam pertandingan persahabatan," sambungnya.

Sementara itu, Yunus menjelaskan, saat Undang-undang TPPU dibuat pada 17 April 2002 memiliki perbedaan dengan pemberantasan kejahatan konvensional yang mengejar orang dan dihukum pidana.

"Kalau TPPU ini follow the money, mengejar aset dan uang. Kalau ada pidana ditingkatkan menjadi penyidikan dan diajukan ke pengadilan," paparnya.

Yunus juga menerangkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru bisa melakukan penyidikan TPPU sejak Oktober 2010. "Namun, TPPU yang bisa disidik hanya yang berasal dari tindak pidana korupsi saja," pungkas pria asal Mataram itu.
(kri)
Berita Terkait
Korlantas Polri Mulai...
Korlantas Polri Mulai Petakan Jalur Mudik dari Jakarta-Surabaya
Perkara Simulator SIM...
Perkara Simulator SIM Korlantas Polri, KPK Sita 2 Rumah Rp85 Miliar
Layanan SIM, STNK dan...
Layanan SIM, STNK dan BPKB Kembali Dibuka Jelang New Normal
Profil Brigjen Pol Agus...
Profil Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Teman Seangkatan Kapolri yang Jadi Kakorlantas Polri
Implementasi Roadmap...
Implementasi Roadmap Era Digital Ditregident Korlantas Polri
Dukung Sekat Arus Balik,...
Dukung Sekat Arus Balik, Korlantas Polri Siapkan Sistem Layanan Virtual
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved