ARB belum bisa diandalkan jadi katrol Golkar
Kamis, 18 Juli 2013 - 06:04 WIB
ARB belum bisa diandalkan jadi katrol Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar diprediksi akan menang jika pemilu dilakukan sekarang. Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebutkan, kemenangan itu bisa diraih karena karena iklan layanan Partai Golkar yang menampilkan Aburizal Bakrie (ARB) sebagai calon presiden di media cukup mempengaruhi tingkat elektabilitas partai.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan menyayangkan, meningkatnya elektabilitas Golkar tidak sejalan dengan peningkatan elektabilitas Aburizal Bakrie yang cenderung stagnan.
"Golkar masih di atas ARB. Menurut saya sampai saat ini ARB belum menjadi katrol bagi Golkar," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (17/7/2013).
Karena itu, lanjut Bakir, elektabilitas Golkar bukan karena sosok pria yang disapa Ical tersebut, tapi lebih karena faktor pengaruh Golkar yang sudah mengakar di masyarakat.
"Iklan ARB sebagai nilai tambah lebih karena posisinya sebagai Ketum Golkar. Jadi harus dibedakan antara ARB sebagai sosok dan sebagai Ketum Golkar," kata dia.
Sebelumnya, LSN menyebutkan Partai Golkar berpotensi menang karena gencarnya iklan layanan Partai Golkar di media cukup mempengaruhi tingkat elektabilitas partai.
"Karena Golkar salah satu partai yang terlihat peduli terhadap kepentingan-kepentingan rakyat dengan cara melakukan pencitraan di media yang cukup maksimal, melalui iklan kerakyatan ARB (Aburizal Bakrie)," kata Peneliti LSN Dipa Pradipta di Hotel Grand Menteng, Jakarta, Selasa 16 Juli 2013.
Hasil penelitian LSN menyebutkan, strategi Partai Golkar yang telah melakukan iklan layanan politik di media cukup melambungkan tingkat kepercayaan publik terhadap penawaran program partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Iklan yang dilihatkan di televisi yang paling utama itu yang meningkatkan elektabilitas Golkar di mata publik. Karena masyarakat kita kebanyakan mendapat informasi melalui media televisi," ujarnya.
Berikut prediksi LSN tentang perolehan parpol jika pemilu dilaksanakan saat sekarang. Untuk lima besar, Golkar menempati peringkat pertama dengan raihan poin sebesar 19,7 persen, disusul PDIP sebesar 18,3 persen, di urutan ketiga Gerindra memperoleh 13,9 persen, Hanura di urutan keempat dengan perolehan 6,9 persen, dan Partai Demokrat turun di urutan kelima sebesar 6,1 persen.
Selanjutnya, diisi oleh PKB (4,8 persen), NasDem (4,6 persen), PPP (4,3 persen), PAN (3,8 persen), PKS (3,8 persen) dan PBB (1,4 persen). Dari 10 besar partai tersebut, sebesar 11,9 persen publik mengaku tidak memilih (Undecided).
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan menyayangkan, meningkatnya elektabilitas Golkar tidak sejalan dengan peningkatan elektabilitas Aburizal Bakrie yang cenderung stagnan.
"Golkar masih di atas ARB. Menurut saya sampai saat ini ARB belum menjadi katrol bagi Golkar," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (17/7/2013).
Karena itu, lanjut Bakir, elektabilitas Golkar bukan karena sosok pria yang disapa Ical tersebut, tapi lebih karena faktor pengaruh Golkar yang sudah mengakar di masyarakat.
"Iklan ARB sebagai nilai tambah lebih karena posisinya sebagai Ketum Golkar. Jadi harus dibedakan antara ARB sebagai sosok dan sebagai Ketum Golkar," kata dia.
Sebelumnya, LSN menyebutkan Partai Golkar berpotensi menang karena gencarnya iklan layanan Partai Golkar di media cukup mempengaruhi tingkat elektabilitas partai.
"Karena Golkar salah satu partai yang terlihat peduli terhadap kepentingan-kepentingan rakyat dengan cara melakukan pencitraan di media yang cukup maksimal, melalui iklan kerakyatan ARB (Aburizal Bakrie)," kata Peneliti LSN Dipa Pradipta di Hotel Grand Menteng, Jakarta, Selasa 16 Juli 2013.
Hasil penelitian LSN menyebutkan, strategi Partai Golkar yang telah melakukan iklan layanan politik di media cukup melambungkan tingkat kepercayaan publik terhadap penawaran program partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Iklan yang dilihatkan di televisi yang paling utama itu yang meningkatkan elektabilitas Golkar di mata publik. Karena masyarakat kita kebanyakan mendapat informasi melalui media televisi," ujarnya.
Berikut prediksi LSN tentang perolehan parpol jika pemilu dilaksanakan saat sekarang. Untuk lima besar, Golkar menempati peringkat pertama dengan raihan poin sebesar 19,7 persen, disusul PDIP sebesar 18,3 persen, di urutan ketiga Gerindra memperoleh 13,9 persen, Hanura di urutan keempat dengan perolehan 6,9 persen, dan Partai Demokrat turun di urutan kelima sebesar 6,1 persen.
Selanjutnya, diisi oleh PKB (4,8 persen), NasDem (4,6 persen), PPP (4,3 persen), PAN (3,8 persen), PKS (3,8 persen) dan PBB (1,4 persen). Dari 10 besar partai tersebut, sebesar 11,9 persen publik mengaku tidak memilih (Undecided).
(kri)