Ragukan metodologi, PPP tidak pedulikan hasil survei
Selasa, 16 Juli 2013 - 18:45 WIB
Ragukan metodologi, PPP tidak pedulikan hasil survei
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menempati posisi ke-8 dengan 4,3 persen suara jika pemilu diadakan hari ini. Hasil itu berdasarkan temuan Lembaga Survei Nasional (LSN).
Wakil Ketua Umum PPP, Lukman Hakim Saifudin menegaskan, partainya tidak terlalu peduli dengan hasil survei termasuk yang dirilis LSN.
"Dari dahulu PPP tidak terlalu peduli dengan hasil-hasil survei oleh siapapun melakukan dan apa hasilnya," kata Lukman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2013).
Alasannya, karena lembaga survei selama ini jarang menyebutkan sumber dana yang didapatkan dalam setiap melakukan riset. Tak hanya itu, metodologi mereka juga tidak disebutkan secara jelas.
"Karena kita menyadari dalam hasilnya seperti sekarang sulit sekali survei-survei itu bisa betul-betul objektif karena selalu tidak pernah disebutkan siapa penyandang dananya dan metodologinya seperti apa," tegasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini juga menjelaskan jika mereka lebih percaya dengan hasil survei di internal partai berbasis massa Islam itu.
"Selalu hasil padahal kita punya hasil survei sendiri dan bagi kita, bagi PPP tidak telalu memperdulikan hasil survei dari lembaga manapun karena kita fokus diinternal kita sendiri," lanjutnya.
Terakhir, kata dia, hasil survei bukan merupakan kesimpulan akhir perolehan suara yang akan didapatkan setip partai politik (Parpol).
"Itu sangat tergantung yah karena survei itu tidak bisa dilihat begitu saja, itu harus dipelajari metodologinya seperti apa, dan survei itu potret sesaat yang nggak bisa kemudian memiliki jangka panjang, karena masyarakat kita sangat dinamis," pungkasnya.
Wakil Ketua Umum PPP, Lukman Hakim Saifudin menegaskan, partainya tidak terlalu peduli dengan hasil survei termasuk yang dirilis LSN.
"Dari dahulu PPP tidak terlalu peduli dengan hasil-hasil survei oleh siapapun melakukan dan apa hasilnya," kata Lukman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2013).
Alasannya, karena lembaga survei selama ini jarang menyebutkan sumber dana yang didapatkan dalam setiap melakukan riset. Tak hanya itu, metodologi mereka juga tidak disebutkan secara jelas.
"Karena kita menyadari dalam hasilnya seperti sekarang sulit sekali survei-survei itu bisa betul-betul objektif karena selalu tidak pernah disebutkan siapa penyandang dananya dan metodologinya seperti apa," tegasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini juga menjelaskan jika mereka lebih percaya dengan hasil survei di internal partai berbasis massa Islam itu.
"Selalu hasil padahal kita punya hasil survei sendiri dan bagi kita, bagi PPP tidak telalu memperdulikan hasil survei dari lembaga manapun karena kita fokus diinternal kita sendiri," lanjutnya.
Terakhir, kata dia, hasil survei bukan merupakan kesimpulan akhir perolehan suara yang akan didapatkan setip partai politik (Parpol).
"Itu sangat tergantung yah karena survei itu tidak bisa dilihat begitu saja, itu harus dipelajari metodologinya seperti apa, dan survei itu potret sesaat yang nggak bisa kemudian memiliki jangka panjang, karena masyarakat kita sangat dinamis," pungkasnya.
(kri)