23% instruktur tak lulus pendalaman materi kurikulum 2013

Minggu, 14 Juli 2013 - 18:08 WIB
23% instruktur tak lulus...
23% instruktur tak lulus pendalaman materi kurikulum 2013
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan Kurikulum 2013 besok Senin (15/7/2013). Meski sudah mulai dilaksanakan di sekitar 6.300 sekolah di seluruh Indonesia, permasalahan teknis khususnya pelatihan guru belum juga selesai dilaksanakaan.

Selama sepekan lalu Kemendikbud melatih 542 instruktur nasional yang akan memberikan pelatihan bagi guru inti maupun guru sasaran. Namun dari jumlah itu, sebanyak 23 persen atau 124 instruktur yang ikut pre test dan post test dinyatakan tidak lulus karena nilainya dibawah 53. Padahal mereka akan melatih sekitar 70 ribu guru dalam penerapan kurikulum baru tersebut pada tahun ini.

Karenanya Kemendikbud akan menggantinya dengan instruktur lainnya untuk dilatih. "Memang 23 persen instruktur tidak memenuhi syarat. Namun dari 23 persen itu kalau kita keluarkan maka rata-ratanya naik menjadi 80, ini yang sering tidak disampaikan," ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) RI, Muhammad Nuh disela-sela sidak persiapan kurikulum di SD Serayu, Minggu (14/5/2013).

Menurut Nuh, pelatihan akan dilanjutkan bagi 80 ribu guru lain. Sehingga diperkirakan tahun depan pelatihan bagi seluruh guru di Indonesia bisa dilakukan. Pelatihan memang tidak dilakukan secara serentak namun bertahap. Namun sekolah bisa secara mandiri menerapkan kurikulum itu di sekolah.

"Penerapan kurikulum ini tidak tergesa-gesa karena memang dilakukan secara bertahap dan terbatas. Yang penting kalau memang itu sudah direncanakan semua dan pada saatnya sudah siap dilakukan ya dilakukan. Tidak harus langsung karena hari pertama untuk kelas 1 itu kan hampir semua sekolah masih orientasi, itu cukuplah," tandasnya.

Nuh menargetkan, kurikulum baru itu bisa dilaksanakan seluruhnya pada 2015-2016 mendatang. Namun tahun depan, ditargetkan seluruh kelas II sudah bisa menerapkan kurikulum tersebut.

Sedangkan untuk tahun ini, sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013 bisa tetap menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kebijakan ini memungkinkan antar sekolah akan menerapkan kurikulum yang berbeda.

"Belum semua kabupaten dan sekolah bisa menerapan kurikulum baru ini jadi dalam satu sekolah tersebut belum semua rombel (rombongan belajar-red) siap. Tidak apa-apa, wong sekolah belum saja tidak apa-apa, masa kelas dipersoalkan," ungkapnya.
(lal)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah Uang Assalammualaikum
Kejagung Hormati Penggeledahan...
Kejagung Hormati Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved