JK: Pesawat baru SBY lebih besar dari Soeharto
Minggu, 14 Juli 2013 - 14:43 WIB
JK: Pesawat baru SBY lebih besar dari Soeharto
A
A
A
Sindonews.com – Rencana kedatangan pesawat kepresidenan pada Agustus 2013 nanti disambut baik oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Menurutnya, hal tersebut bukan lagi wacana dan dipastikan pesawat akan segera hadir. Saat ini, pesawat kepresidenan dirasa diperlukan mengingat tugas presiden yang membutuhkan mobilitas tinggi.
“Kedatangan pesawat itu jelas diperlukan. Karena setiap negara maju juga menggunakananya,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (14/7/2013).
JK beranggapan, Indonesia yang sudah lama merdeka tidak pantas jika harus menyewa pesawat demi mobilitas presidennnya.
Tidak hanya itu, menurutnya banyak negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah memiliki pesawat kepresidenan.
“Sejak dulu memang ada (pesawat kepresidenan), zaman Pak Soeharto, cuma lebih kecil saja. Sekarang lebih besar,” pungkasnya.
Seperti diketahui, rencana pembelian pesawat kepresidenan didasari oleh biaya sewa yang dinilai lebih mahal disbanding dengan membeli. Tidak hanya itu, dengan adanya pesawat kepresidenan tidak lagi mengganggu jadwal keberangkatan pesawat komersil.
Dalam hal ini pemerintah memutuskan membeli Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-800 Business Jet 2 seharga USD91,2 juta atau sekira Rp910 miliar. Biaya interior pesawat (cabin interior) telah dibayar senilai USD17 juta dan pada 2013 dilunasi lagi sebesar USD9,9 juta. Untuk pembayaran sistem keamanan. Pembayaran kepada pihak Boeing baru akan dilakukan pada 2013 sebesar USD 4,5 juta.
Menurutnya, hal tersebut bukan lagi wacana dan dipastikan pesawat akan segera hadir. Saat ini, pesawat kepresidenan dirasa diperlukan mengingat tugas presiden yang membutuhkan mobilitas tinggi.
“Kedatangan pesawat itu jelas diperlukan. Karena setiap negara maju juga menggunakananya,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (14/7/2013).
JK beranggapan, Indonesia yang sudah lama merdeka tidak pantas jika harus menyewa pesawat demi mobilitas presidennnya.
Tidak hanya itu, menurutnya banyak negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah memiliki pesawat kepresidenan.
“Sejak dulu memang ada (pesawat kepresidenan), zaman Pak Soeharto, cuma lebih kecil saja. Sekarang lebih besar,” pungkasnya.
Seperti diketahui, rencana pembelian pesawat kepresidenan didasari oleh biaya sewa yang dinilai lebih mahal disbanding dengan membeli. Tidak hanya itu, dengan adanya pesawat kepresidenan tidak lagi mengganggu jadwal keberangkatan pesawat komersil.
Dalam hal ini pemerintah memutuskan membeli Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-800 Business Jet 2 seharga USD91,2 juta atau sekira Rp910 miliar. Biaya interior pesawat (cabin interior) telah dibayar senilai USD17 juta dan pada 2013 dilunasi lagi sebesar USD9,9 juta. Untuk pembayaran sistem keamanan. Pembayaran kepada pihak Boeing baru akan dilakukan pada 2013 sebesar USD 4,5 juta.
(lal)