BLSM bukti kegagalan pemerintah

Selasa, 02 Juli 2013 - 04:02 WIB
BLSM bukti kegagalan...
BLSM bukti kegagalan pemerintah
A A A
Sindonews.com - Pengamat kebijakan politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menjelaskan, setiap pemerintah mengambil kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat, tidak pernah mendengarkan masukan dalam hal ini, sharing atas kebijakan.

"Kita sering beritahukan, tetapi mereka tidak mau dengar," tegas Andrinov saat dihubungi KORAN SINDO, Senin (1/7/2013).

Pengamat kebijakan publik UI Ichsanuddin Noorsy mengatakan, kompensasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberikan pemerintah, sangat terlihat suatu suap politik.

Menurutnya, hal ini sudah pernah dilakukan pemerintah saat pemberian Bantuan langsung Tunai (BLT). "Ini sama seperti orang yang memberikan bantuan mendapatkan ganjaran kemulian. Sedangkan yang terima mendapat kehinaan," tandasnya.

Menurutnya, pembuatan konstruksi kebijakan tersebut dibangun sejak Indonesia diinstruksikan untuk berlakukan pasar bebas dalam sektor energi secara menyeluruh. Lanjut dia, keempat kompensasi tersebut merupakan kegagalan pelaksanaan pembangunan.

"Ini indikasi era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang sembilan tahun menjabat, terjadi kegagalan. Dan terakhir kompensasi (BLSM) yang diberikan juga wujud kegagalan," paparnya.

Ichsanuddin mengatakan, seharusnya masyarakat miskin tidak diberikan bantuan kompensasi seperti BLSM. Namun, metode asuransi tabungan pemodalan dan lapangan pekerjaan tepat diberikan. "Selain itu, metode awal kebijakan seperti pembangunan basis padat karya yang bisa dikembangkan sehingga masyarakat kita tidak malu," ungkapnya.

Sebaliknya, sekarang pemerintah mengikuti mekanisme pasar yang berbasis neo liberal. Sehingga berdampak pada kebijakan politik ekonomi liberal. Lanjut dia, pemerintah tidak belajar dari kesalahan.

Hal ini, banyak menimbulkan dampak negatif. Terutama dampak ekonomi, diperkirakan akan menambah banyak orang miskin. "Mereka (masyarakat) enggak butuh BLSM. Pemerintah harus memenuhi janji sumpah konsitusinya," tandas dia.
(maf)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Berita Terkini
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved