Hanura imbau kadernya bersedia di-publish
Jum'at, 28 Juni 2013 - 21:44 WIB
Hanura imbau kadernya bersedia di-publish
A
A
A
Sindonews.com - Calon Legislatif Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) diimbau untuk mempublikasikan daftar riwayat hidupnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Imbauan itu disampaikan oleh Ketua DPP Hanura Syarifuddin Sudding. Dia beralasan agar masyarakat mengetahui dan memilih wakil rakyat yang terbaik.
"Ini sebagai transparansi kepada masyarakat pemilih, meski belum ada aturan yang mengharuskannya," kata Sudding, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Sebelumnya, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, dari 6.552 calon, terdapat 140 daftar caleg sementara (DCS) yang enggan mempublikasikan riwayat hidupnya.
Partai Hanura pun mendukung langkah KPU, mempublikasikan daftar riwayat hidup caleg dari partai besutan Wiranto ini. "Kami sangat setuju jika daftar riwayat hidup calon anggota legislatif (caleg) dipublikasikan oleh KPU, agar masyarakat mengetahui track record para caleg yang akan mereka pilih," tegasnya.
Anggota Komisi III DPR RI ini menganggap aneh jika ada calon anggota legislatif yang tidak mau riwayat hidupnya dibuka ke publik. Sebab, lembaga legislatif adalah lembaga publik. Sehingga masyarakat berhak mengetahui siapa yang akan duduk di lembaga tersebut, serta bagaimana riwayat hidup mereka.
Imbauan itu disampaikan oleh Ketua DPP Hanura Syarifuddin Sudding. Dia beralasan agar masyarakat mengetahui dan memilih wakil rakyat yang terbaik.
"Ini sebagai transparansi kepada masyarakat pemilih, meski belum ada aturan yang mengharuskannya," kata Sudding, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Sebelumnya, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, dari 6.552 calon, terdapat 140 daftar caleg sementara (DCS) yang enggan mempublikasikan riwayat hidupnya.
Partai Hanura pun mendukung langkah KPU, mempublikasikan daftar riwayat hidup caleg dari partai besutan Wiranto ini. "Kami sangat setuju jika daftar riwayat hidup calon anggota legislatif (caleg) dipublikasikan oleh KPU, agar masyarakat mengetahui track record para caleg yang akan mereka pilih," tegasnya.
Anggota Komisi III DPR RI ini menganggap aneh jika ada calon anggota legislatif yang tidak mau riwayat hidupnya dibuka ke publik. Sebab, lembaga legislatif adalah lembaga publik. Sehingga masyarakat berhak mengetahui siapa yang akan duduk di lembaga tersebut, serta bagaimana riwayat hidup mereka.
(stb)