Mensos enggan tanggapi komentar Jubir Presiden

Kamis, 27 Juni 2013 - 17:36 WIB
Mensos enggan tanggapi...
Mensos enggan tanggapi komentar Jubir Presiden
A A A
Sindonews.com - Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri enggan menanggapi komentar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, tentang nasib Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan terkena reshuffle di Kabinet Indonesia Bersatu.

"Kalau orang berpendapat di era demokrasi ini, tentu kami tak bisa menyalahkan," ujar Salim di kantornya, Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Oleh karena itu, anggota Majelis Syuro PKS ini mengaku tak bisa menilai. "Kami enggak bisa bilang pendapatnya ini enggak benar, pendapatnya salah atau keliru. Saya pikir, lebih bagus orang mengungkapkan pendapat daripada disimpan di hati. Walaupun kami beda pendapat, tapi enggak apa-apa," katanya.

Maka itu, dia kembali menegaskan dalam permasalahan ini di era demokasi, tidak perlu saling menyalahkan. "Silakan berpendapat. Masalah koalisi, masalah resuffle dan seterusnya, Presiden yang paling berwenang," pungkasnya.

Sebelumnya, anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring sudah merasa gerah, terhadap sejumlah pernyataan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, tentang nasib PKS di koalisi Partai pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

"Julian salah ngomong itu. Bilang sama dia ya, Tifatul larang ngomong gitu," ujar TIfatul yang juga menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi di Kabinet Indonesia Bersatu, beberapa waktu lalu.

Tifatul juga membantah ada rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat. "Enggak ada (reshuffle)," tuturnya.

Seperti diketahui, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha beberapa kali memberikan pernyataan mengenai nasib PKS di koalisi. Julian mengisyaratkan, sejatinya keberadaan PKS di koalisi partai pendukung SBY-Boediono telah berakhir.

Hal demikian terkait sikap penolakan PKS terhadap kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, atau penolakan PKS terhadap disahkannya APBN-P tahun 2013. Tetapi Julian enggan menegaskan kini koalisi partai pendukung Pemerintahan minus PKS. "Itu penafsiran anda," katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, kebijakan strategis di koalisi partai pendukung pemerintah sudah jelas, semua parpol wajib menjaga kebersamaan dengan mendukung kebijakan pemerintah.
(stb)
Berita Terkait
Kris Tjantra : Jika...
Kris Tjantra : Jika Terjadi Reshuffle, Ahok Layak Jadi Menteri
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
Dialektika Demokrasi...
Dialektika Demokrasi Bahas Peta Parlemen Isu Reshuffle Kabinet Jokowi
Pegawai Kemenkeu Iringi...
Pegawai Kemenkeu Iringi Perpisahan Sri Mulyani dengan Lagu dan Mawar
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Presiden Jokowi Lantik...
Presiden Jokowi Lantik 4 Pejabat Negara
Berita Terkini
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved