Mendagri belum dengar soal kabar reshuffle
Rabu, 26 Juni 2013 - 13:36 WIB
Mendagri belum dengar soal kabar reshuffle
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi juga belum mendengar adanya perombakan kabinet atau reshuffle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Belum, reshuffle (tanya) ke Presiden dong. Masa ke saya," kata Gamawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Menurutnya, kinerja menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II selalu dinilai oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Namun, penilaian UKP4 tidak ada kaitannya dengan reshuffle.
"Enggak, reshuffle dan penilaian ini kan dua hal yang berbeda. Penilaian itu selalu ada per triwulan, dilaporkan kinerja masing-masing dan itu ditagih dan kita mengirimkan dan itu diteruskan ke UKP4 sebagai ukuran dari kinerja kementerian atau lembaga dan itu jalan terus," katanya.
Dirinya juga mengakui jika saat ini menteri KIB Jilid II dilarang ke luar negeri, namun membantah karena adanya kabar reshuffle.
"Karena kita akan fokuskan ini, menyelesaikan masalah tekait dengan kompensasi BBM, asap dan kita sudah rapat sampai malam. Karena pekerja-pekerjaan itu, presiden minta fokus utk selesaikan itu," pungkasnya.
"Belum, reshuffle (tanya) ke Presiden dong. Masa ke saya," kata Gamawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Menurutnya, kinerja menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II selalu dinilai oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Namun, penilaian UKP4 tidak ada kaitannya dengan reshuffle.
"Enggak, reshuffle dan penilaian ini kan dua hal yang berbeda. Penilaian itu selalu ada per triwulan, dilaporkan kinerja masing-masing dan itu ditagih dan kita mengirimkan dan itu diteruskan ke UKP4 sebagai ukuran dari kinerja kementerian atau lembaga dan itu jalan terus," katanya.
Dirinya juga mengakui jika saat ini menteri KIB Jilid II dilarang ke luar negeri, namun membantah karena adanya kabar reshuffle.
"Karena kita akan fokuskan ini, menyelesaikan masalah tekait dengan kompensasi BBM, asap dan kita sudah rapat sampai malam. Karena pekerja-pekerjaan itu, presiden minta fokus utk selesaikan itu," pungkasnya.
(kri)