Cak Ali: Masyarakat adat harus dilindungi

Rabu, 26 Juni 2013 - 10:56 WIB
Cak Ali: Masyarakat...
Cak Ali: Masyarakat adat harus dilindungi
A A A
Sindonews.com - Masyarakat adat mulai terpinggirkan dalam proses industri tambang sehingga menimbulkan konflik sosial. Karena itu, masyarakat adat harus dilindungi dalam proses industri tambang, migas dan perkebunan untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga tidak terjadi konflik sosial.

Hal itu disampaikan Komisioner Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa saat menjadi narasumber pada acara UNDP Regional Meeting di Bangkok, 24-25 Juni 2013. Pertemuan itu mengambil tema Corruption in The Extractive Industries Consession Arrangement.

Selain Cak Ali, sapaan akrab Ali Masykur Musa turut menjadi panelis adalah Profesor Suzana Sawyer dari Universitas of California dan Loretta Rosales perwakilan dari Komnas HAM Philipina.

Lebih lanjut, sesuai dengan penelitian Prof Suzana, ada enam negara yang mengeksplotasi alamnya seperti Australia, Peru, Bolivia, Canada, Philipina dan India. Negara-negara itu menghadirkan suasana konfliktif antara masyarakat adat dengan pengusaha.

Kata Cak Ali, mumpung belum terlanjur, eksploitasi SDA Indonesia agar dikendalikan sehingga tidak terjadi konflik sosial yang berkepanjangan sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini.

"Embrio konflik sosial harus ditangani secara arif yang menempatkan masyarakat adat sebagai subjek pembangunan," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Rabu (26/6/2013).

Seperti diketahui, sejak reformasi laju deforestasi di Indonsia mencapai 72 juta HA. Laju ini menurut Cak Ali mengakibatkan kerusakan lingkungan dan potensi konfik sosial, contohnya Kasus Mesuji dan Bima.

"Tidak ada cara lain kecuali meneruskan kebijkan moratorium ijin tambang dan perkebunan," tegas Cak Ali.

Langkah ini perlu di ambil karena sebetulnya deposit batubara hanya sembilan persen dari deposit dunia. Jika tidak di kendalikan, satu generasi yang akan datang Indonesia akan menjadi pengimpor energi primer batubara, seperti halnya pengimpor minyak.

"Kita harus arif mengelola alam, agar alam bersahabat dengan manusia," demikian Cak Ali.
(kri)
Berita Terkait
Wujud Kepedulian Pertamina...
Wujud Kepedulian Pertamina pada Anak Yatim Piatu
Asabri Salurkan Bantuan...
Asabri Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Optik Tunggal Perluas...
Optik Tunggal Perluas Jangkauan CSR ke Daerah Terpencil
Pertamina EP Tuntaskan...
Pertamina EP Tuntaskan 354 Program Sosial hingga September 2025
Inisiatif WINGS for...
Inisiatif WINGS for UNICEF untuk Wujudkan Sekolah Sehat dan Ramah Lingkungan di Indonesia
Gandeng Baznas, BKI...
Gandeng Baznas, BKI Jalankan Program Sosial di Sekitar Wilayah Operasi
Berita Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved