BLSM, 4 parpol koalisi hanya terima pepesan kosong

Senin, 24 Juni 2013 - 05:34 WIB
BLSM, 4 parpol koalisi...
BLSM, 4 parpol koalisi hanya terima pepesan kosong
A A A
Sindonews.com - Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) hanya akan menguntungkan Partai Demokrat. Sementara, partai koalisi lainnya hanya menjadi pengembira semata.

"Tergantung manuver masing-masing anggota koalisi. Tapi publik kan tahunya yah Partai Demokrat. Makanya di luar Partai Demokrat harus bisa berakrobat dan bermanuver politik," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Minggu (23/6/2013) malam.

Menurutnya, partai koalisi yang tergabung di Sekretariat Gabungan (Setgab) di luar Partai Demokrat harus cerdas memanfaatkan momentum kelupaan publik atas segala kesalahan kebijakan yang telah dibuat pemerintah.

Jika tidak, lanjutnya, sangat besar peluangnya Partai Demokrat semata yang memiliki kesempatan untuk memanen keuntungan.

"Untuk itu, parpol koalisi lainnya harus memiliki tiga persyaratan. Pertama, kesiapan anggaran untuk membangun dan membiaya manuver dan akrobat politik ketika momentum publik lupa atas apa yang telah dibuat," jelasnya.

Kedua, kata Muradi, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menggoreng momentum yang muncul demi keuntungan partai. Yang ketiga, kesiapan figur yang akan dimunculkan keempat parpol koalisi sebagai alternatif.

"Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah partai-partai anggota koalisi tersebut memiliki persyaratan tersebut. Jika tidak atau belum, langkah instan dengan mengajak atau bahkan membajak figur-figur bersih dan visioner bisa saja dilakukan," paparnya.

Akan tetapi, ia menilai, tentu saja hal tersebut tidak tepat dilakukan oleh parpol-parpol dalam penguatan demokrasi. Ia mencontohkan, yang terbaru berhasil dilakukan di Pilgub Jabar oleh PKS yang sukses mengajak figur Dedi Mizwar dan Pilwalkot Bandung dengan menjadikan figur Ridwan Kamil sebagai Cawalkot.

"Dua langkah tersebut tidak elok dilakukan tapi sah-sah saja guna meningkatkan elektabilitas dan memecah kebuntuan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Pengamat: Rasionalisasi...
Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved