Sikap SBY tidak bagus jika pertahankan PKS
Minggu, 23 Juni 2013 - 06:04 WIB
Sikap SBY tidak bagus jika pertahankan PKS
A
A
A
Sindonews.com - Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mempertahankan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam keanggotaan partai koalisi pendukungnya dipertanyakan.
Sikap tersebut dinilai tidak baik untuk kelangsungan pemerintahan SBY-Boediono yang hanya tinggal satu tahun ini. "Karena itulah, sikap SBY tidak bagus untuk selanjutnya, karena tidak jelas kedudukan sistem pemerintahan kita bagaimana toh," ujar Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada Ichlasul Amal, kepada Sindonews, Minggu (23/6/2013).
Adanya koalisi, kata dia, adalah untuk kelancaran kebijakan pemerintah. Namun sikap PKS dalam koalisi jelas tidak mendukung kelancaran kebijakan pemerintah. Menurutnya PKS telah menunjukkan mosi tidak percaya kepada pemerintah, sehingga PKS seharusnya dengan tegas meninggalkan koalisi dan menarik tiga menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu II.
Namun sebaliknya, jika PKS tetap bertahan di koalisi, maka SBY seharusnya bersikap tegas mengeluarkan PKS demi kejelasan pemerintahan yang dipimpinnya. "Supaya kebijakan pemerintah lancar. Kalau di parlemen sudah ada yang tidak mendukung kebijakan pemerintah ya harus dikeluarkan dari koalisi," paparnya.
Jika SBY terus diselimuti keraguan dalam mengambil sikap politik, maka pemerintahannya akan semakin dipertanyakan dan kebijakan yang diambilnya akan terus terganjal PKS. "Ini saat yang paling tepat SBY untuk bersikap. jangan ragu-ragu terus," tandasnya.
Sikap tersebut dinilai tidak baik untuk kelangsungan pemerintahan SBY-Boediono yang hanya tinggal satu tahun ini. "Karena itulah, sikap SBY tidak bagus untuk selanjutnya, karena tidak jelas kedudukan sistem pemerintahan kita bagaimana toh," ujar Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada Ichlasul Amal, kepada Sindonews, Minggu (23/6/2013).
Adanya koalisi, kata dia, adalah untuk kelancaran kebijakan pemerintah. Namun sikap PKS dalam koalisi jelas tidak mendukung kelancaran kebijakan pemerintah. Menurutnya PKS telah menunjukkan mosi tidak percaya kepada pemerintah, sehingga PKS seharusnya dengan tegas meninggalkan koalisi dan menarik tiga menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu II.
Namun sebaliknya, jika PKS tetap bertahan di koalisi, maka SBY seharusnya bersikap tegas mengeluarkan PKS demi kejelasan pemerintahan yang dipimpinnya. "Supaya kebijakan pemerintah lancar. Kalau di parlemen sudah ada yang tidak mendukung kebijakan pemerintah ya harus dikeluarkan dari koalisi," paparnya.
Jika SBY terus diselimuti keraguan dalam mengambil sikap politik, maka pemerintahannya akan semakin dipertanyakan dan kebijakan yang diambilnya akan terus terganjal PKS. "Ini saat yang paling tepat SBY untuk bersikap. jangan ragu-ragu terus," tandasnya.
(maf)