Konflik di Setgab, kaburkan persoalan BBM

Jum'at, 21 Juni 2013 - 05:02 WIB
Konflik di Setgab, kaburkan...
Konflik di Setgab, kaburkan persoalan BBM
A A A
Sindonews.com - Prahara politik yang melibatkan Sekretariat Gabungan (Setgab), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sepertinya belum menunjukkan akan segera berakhir.

Pengamat politik dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq mengatakan, rakyat begitu kecewa dengan adanya konflik politik yang terus terjadi dan menjadi tontonan publik.

"Hal ini jelas mengaburkan persoalan yang ada. Seharusnya yang menjadi fokus saat ini adalah, bagaimana mengatasi dan mencari formula yang terbaik atas rencana kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak)," kata Rizal, saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/6/2013).

Menurutnya, bukan tontonan tersebut yang diinginkan publik, rakyat menginginkan, pemerintah fokus terhadap perbaikan ekonomi bangsa. Ditambah lagi dengan rencana kenaikan BBM, tentunya hal ini makin memberatkan ekonomi rakyat miskin.

"Karena rakyat tidak akan melihat konflik internal Setgab, yang diinginkan rakyat adalah, bagaimana mengatasi ekonomi yang semakin sulit, setelah palu rencana kenaikan harga BBM diketok pada sidang paripurna di DPR beberapa waktu lalu,"

"Konflik internal Setgab, Demokrat, dan PKS, itu konflik internal, yang seharusnya tidak dimunculkan ke publik. Rakyat tidak perlu adanya tontonan seperti ini dan rakyat juga tak akan ikut terseret dalam konflik politik ini," pungkasnya.

Sebelumnya, keberadaan PKS di Setgab partai koalisi pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, dikabarkan membuat suasana diskusi di dalam Setgab menjadi tak kondusif.

"Kita enggak kondusif dari dalam Setgab, kalau enggak dikeluarkan, kita enggak kondusif untuk berdiskusi," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana, di DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 20 Juni 2013.

Alasan PKS membuat suasana diskusi di Setgab tak kondusif, karena sikap mereka yang tak sejalan dengan pemerintah. Soetan khawatir, apa yang disampaikan dalam setiap pertemuan Setgab justru akan dibeberkan ke publik oleh PKS. "Kalau kita rapat di Setgab bahas sesuatu, datang kawan PKS kita diam, karena takut nanti diomongin ke luar," cetusnya.
(maf)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved