Keberadaan PKS buat Setgab tak kondusif

Kamis, 20 Juni 2013 - 19:09 WIB
Keberadaan PKS buat...
Keberadaan PKS buat Setgab tak kondusif
A A A
Sindonews.com - Keberadaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sekretariat Gabungan (Setgab) partai koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, dikabarkan membuat suasana diskusi di dalam Setgab menjadi tak kondusif.

"Kita enggak kondusif dari dalam Setgab, kalau enggak dikeluarkan kita enggak kondusif untuk berdiskusi." kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Alasan PKS membuat suasana diskusi di Setgab tak kondusif karena sikap mereka yang tak sejalan dengan pemerintah. Soetan khawatir apa yang disampaikan dalam setiap pertemuan Setgab justru akan dibeberkan ke publik oleh PKS.

"Kalau kita rapat di Setgab bahas sesuatu datang kawan PKS kita diam, karena takut nanti diomongin ke luar," cetusnya.

Kendati menurutnya keberadan partai besutan Anis Matta itu mengganggu, namun Sutan tak ingin mencampuri kewenangan presiden untuk bersikap, termasuk soal keadaan tiga menteri PKS.

"Menterinya dikeluarkan. Bisa satu atau dua. Kalau tinggal satu masih kuat nggak itu barang. Urusan presiden. Tapi kemungkinian pasti ada (menteri PKS yang dicopot)," ungkapnya.
(lal)
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved