Penerapan kurikulum 2013 berisiko

Rabu, 19 Juni 2013 - 18:50 WIB
Penerapan kurikulum...
Penerapan kurikulum 2013 berisiko
A A A
Sindonews.com - Penerapan kurikulum 2013 dianggap berisiko jika dilakukan tanpa pembekalan pelatihan kompetensi guru dan sosialisasi kurikulum yang memadai.

Sebab pada kurikulum baru 2013, dilakukan pendekatan tematik yang terintegrasi. Sehingga peluang salah implementasi di lapangan sangat besar tanpa kemampuan yang cukup dari tenaga pendidik, sekalipun sekolah itu adalah sekolah unggulan yang terakreditasi A.

“Cukup beresiko tanpa ada pelatihan dan sosialisasi. Tidak semua guru punya kemampuan untuk mengintegrasikan mata pelajaran IPA dan IPS ke dalam mata pelajaran lain dengan baik. Kalau kemampuan tidak cukup maka tidak akan efektif,” ungkap Rektor UNM Prof Arismunandar, Rabu (19/6/213).

Dia mencontohkan, untuk muatan SD saja, guru harus bisa memasukkan mata pelajaran IPA ke dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang disajikan melalui satu tema menarik .

Karena itu, jika Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar tetap akan menerapkan kurikulum tersebut, maka harus berinisitiaf mengambil alih pelatihan guru dan sosialisi tanpa bertumpu pada komando dari pusat.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Makassar Mahmud BM mengatakan, penerapan sistem kurikulum baru di Kota Makassar telah memasuki tahap verifikasi atau peninjauan persiapan sekolah pada penerapannya, dengan melihat buku paket bagi sekolah yang menjadi percontohan.

Adapun sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project adalah semua sekolah eks. RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) daris etiap tingkatan.

"Sekolah unggulan atau yang eks RSBI akan dijadikan sebagai pilot projek, hal ini karena persiapan juga harus matang, baik dari Kepala Sekolah, Guru dan buku panduannya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi pengembangan Kurikulum Dinas Pendidikan Makassar Bahrun menjelaskan jika Disdik Makassar sudah melakukan sosialisasi dari awal serta terus melakukan pendampingan.

“Penerapan kurikulum baru memerlukan proses panjang, mungkin kurikulum ini akan tuntas diterapkan di semua sekolah pada tahun 2015 nantinya," katanya
(lns)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Infografis
5 Fakta Flu Burung yang...
5 Fakta Flu Burung yang Berisiko Menjadi Pandemi Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved