Panlok SBMPTN DIY tangkap basah joki

Rabu, 19 Juni 2013 - 17:14 WIB
Panlok SBMPTN DIY tangkap...
Panlok SBMPTN DIY tangkap basah joki
A A A
Sindonews.com - Setelah berhasil menangkap basah peserta ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pengguna telepon seluler berbentuk jam tangan di hari pertama, panitia lokal (panlok) DIY kembali menemukan peserta yang bertindak curang.

Di hari kedua, pelaku yang berjenis kelamin pria ini ketahuan membawa telepon seluler yang berisi data-data seperti jawaban soal ke dalam ruang ujian.

"Hari ini pengawas ujian kembali menangkap basah satu peserta. Sama dengan kemarin, peserta kali ini juga mengikuti ujian di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk kategori IPC. Saya kira pengawas kurang berhati-hati sampai ada peserta yang lolos membawa handphone ke dalam ruangan," ujar Ketua Panlok SBMPTN DIY Prof Dr Rochmat Wahab Rabu (19/6/2013).

Ditemui di ruang kerjanya, Rochmat menuturkan, pihaknya telah melakukan interogasi pada pelaku pria tersebut mengenai latar belakang dan sistem perjokian yang dilakukan.

Menurut Rochmat, calon mahasiswa baru yang mendaftar ke ITB tersebut sejak awal sengaja mencari perjokian.

"Waktu ditanya, ia mengaku mengenal si joki setelah mencari-cari di internet. Hubungan mereka pun berawal melalui facebook. Hingga akhirnya Mr.X atau calon mahasiswa ini sepakat dan membayar jasa joki sebesar Rp15juta. Pembayaran pun dilakukan secara kontan dengan bertatap muka di Plaza Ambarukmo," jelas Sekertaris Panitia Pusat SBMPTN 2013 ini.

Saat ditelusuri asal Mr.X, ia saat ini sebenarnya sudah tercatat sebagai salah satu mahasiswa PTN di Jawa Tengah.

Pendaftarannya kali ini dikarenakan ia merasa tidak puas dengan pendidikan tinggi yang telah dijalaninya selama dua semester ini. Namun saat menerima jawaban berupa SMS dari joki, Mr.X sendiri meragukan jawaban tersebut.

"Ia mengaku ragu karena jumlah soal hanya 75 saja, sedangkan kunci jawaban yang diberikan jumlahnya 90 jawaban. Selain itu, menurut catatan berita acara, ada dua peserta yang diduga melakukan kecurangan karena menggunakan jam tangan seperti handphone. Padahal sejak awal pelaksanaan hari ini sudah dikatakan jam tangan pun tidak boleh dibawa masuk ruangan," imbuhnya.
(lns)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
Hongaria Menolak Tangkap...
Hongaria Menolak Tangkap Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved