Pengamat: Anggota DPR bolos, bukan hal baru
Rabu, 19 Juni 2013 - 06:06 WIB
Pengamat: Anggota DPR bolos, bukan hal baru
A
A
A
Sindonews.com - Kehadiran anggota DPR terus menjadi sorotan publik. Kendati demikian, masih banyak anggota dewan yang mengabaikan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Pada sidang paripurna yang digelar Senin 17 Juni 2013 kemarin malam, merypakan sidang yang terbilang penting, karena pengambilan keputusan terkait Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013.
Pakar komunikasi politik Universitas Mercu Buana Heri Budianto mengatakan, itu bukan hal baru, dimana anggota DPR bolos pada sidang-sidang penting. Seharusnya, kata dia, anggota DPR bisa mengubah sikap tersebut.
"Fenomena ketidakhadiran anggota DPR ini sebenarnya bukan baru kali ini, namun mestinya ketika membahas persoalan yang sangat krusial anggota DPR hadir," kata pakar komunikasi politik Universitas Mercu Buana Heri Budianto kepada Sindonews, Selasa (18/6/2013).
Tetapi, masih banyak anggota dewan yang tidak perduli dengan paripurna tersebut. Menurut Heri, seharusnya para anggota DPR itu berpikir, jika mereka mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap terhadap daerah pemilihan (dapil)nya masing-masing.
"Tidak bisa menyerahkan persoalan ini kepada suara fraksi, sebab masing-masing anggota DPR punya tanggung jawab pada masing-masing konstituen di dapil masing-masing," katanya.
Sekadar diketahui, pada sidang paripurna pengambilan keputusan RAPBN tahun 2013 kemarin, ada 149 anggota DPR yang tak hadir dalam sidang itu. Padahal, sidang paripurna tersebut penting, karena membahas program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Pada sidang paripurna yang digelar Senin 17 Juni 2013 kemarin malam, merypakan sidang yang terbilang penting, karena pengambilan keputusan terkait Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013.
Pakar komunikasi politik Universitas Mercu Buana Heri Budianto mengatakan, itu bukan hal baru, dimana anggota DPR bolos pada sidang-sidang penting. Seharusnya, kata dia, anggota DPR bisa mengubah sikap tersebut.
"Fenomena ketidakhadiran anggota DPR ini sebenarnya bukan baru kali ini, namun mestinya ketika membahas persoalan yang sangat krusial anggota DPR hadir," kata pakar komunikasi politik Universitas Mercu Buana Heri Budianto kepada Sindonews, Selasa (18/6/2013).
Tetapi, masih banyak anggota dewan yang tidak perduli dengan paripurna tersebut. Menurut Heri, seharusnya para anggota DPR itu berpikir, jika mereka mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap terhadap daerah pemilihan (dapil)nya masing-masing.
"Tidak bisa menyerahkan persoalan ini kepada suara fraksi, sebab masing-masing anggota DPR punya tanggung jawab pada masing-masing konstituen di dapil masing-masing," katanya.
Sekadar diketahui, pada sidang paripurna pengambilan keputusan RAPBN tahun 2013 kemarin, ada 149 anggota DPR yang tak hadir dalam sidang itu. Padahal, sidang paripurna tersebut penting, karena membahas program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
(mhd)