Kalah suara, Hanura targetkan tambah kursi di DPR
Selasa, 18 Juni 2013 - 02:30 WIB
Kalah suara, Hanura targetkan tambah kursi di DPR
A
A
A
Sindonews.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bertekad untuk menambahkan jumlah kursi di DPR RI pada Pemilu 2014 mendatang. Hal ini dirasa penting mereka lakukan karena minimnya suara dalam menyikapi pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Perubahan (RAPBNP) seperti yang baru saja terjadi.
"Ke depan berusaha jumlah kursi bertambah, kita akan valid untuk lebih kuat katakanlah voting. Karena memang kursi kita sedikit jadi kita kalah," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Saleh Husin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Saleh melanjutkan, meski kalah suara namun sikap penolakan mereka terhadap RAPBNP yang berujung pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi bukti jika partainya pro rakyat.
Anggota Komisi V DPR RI ini pun menolak jika langkah mereka yang tidak setuju dengan perubahan anggaran itu sebagai wujud pencitraan.
"Kita menunjukkan ke rakyat, bahwa kami selalu bersama rakyat. Tidak sejak awal tidak pernah bergeser sejak APBN 2012, biarlah masyarakat yang menilai," tegasnya.
Sebelumnya, rapat paripurna DPR RI mengenai RAPBNP Tahun 2013 telah selesai dilaksanakan, dalam putusan yang menggunakan mekanisme voting, DPR RI sepakan untuk menyetujui perubahan itu dan adanya kenaikan BBM bersubsidi.
"338 menerima RAPBNP dan 181 menolak RAPBNP," kata Pimpinan Sidang, Marzuki Alie, di tempat yang sama.
"Ke depan berusaha jumlah kursi bertambah, kita akan valid untuk lebih kuat katakanlah voting. Karena memang kursi kita sedikit jadi kita kalah," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Saleh Husin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Saleh melanjutkan, meski kalah suara namun sikap penolakan mereka terhadap RAPBNP yang berujung pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi bukti jika partainya pro rakyat.
Anggota Komisi V DPR RI ini pun menolak jika langkah mereka yang tidak setuju dengan perubahan anggaran itu sebagai wujud pencitraan.
"Kita menunjukkan ke rakyat, bahwa kami selalu bersama rakyat. Tidak sejak awal tidak pernah bergeser sejak APBN 2012, biarlah masyarakat yang menilai," tegasnya.
Sebelumnya, rapat paripurna DPR RI mengenai RAPBNP Tahun 2013 telah selesai dilaksanakan, dalam putusan yang menggunakan mekanisme voting, DPR RI sepakan untuk menyetujui perubahan itu dan adanya kenaikan BBM bersubsidi.
"338 menerima RAPBNP dan 181 menolak RAPBNP," kata Pimpinan Sidang, Marzuki Alie, di tempat yang sama.
(lns)