Presiden ditantang untuk copot menteri dari PKS
Jum'at, 14 Juni 2013 - 18:54 WIB
Presiden ditantang untuk copot menteri dari PKS
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak khawatir terkait banyaknya pernyataan agar menteri mereka dicopot dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II, karena partainya tak lagi sejalan dengan pemerintah.
"Silakan aja (copot menteri), kalau berani. Jadi diwakafkan untuk membantu presiden kerja saja," kata anggota DPR dari Fraksi PKS Jazuli Juwani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013).
Ia pun meminta berbagai pihak untuk menahan diri, terkait masa depan tiga menteri PKS yang kini duduk di KIB jilid II. Anggota Komisi II ini menegaskan, soal pemberhentian menteri adalah kewenangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai kepala negara. "Yang ngangkat menteri siapa? Yang nyopot siapa dong? Pemecatan dari Presiden dong," ucapnya.
Hingga kini, tiga menteri dari PKS masih menjabat, mereka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, dan Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri.
Sebelumnya, Jazuli membantah jika Mentan Suswono diprediksi akan dicopot, jika jatah kursi Menteri PKS kembali dikurangi, karena menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Itu bukan informasi resmi. Orang mengandai-andai boleh-boleh saja. Semua orang boleh mengandai-andai. Itu bukan keputusan resmi, bukan surat resmi, bukan informasi resmi," kata Jazuli di Gedung DPR RI.
Dia menegaskan, hingga saat ini kehadiran Mentan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap impor daging di Kementan, bukan orang yang terlibat dalam kasus tersebut. "Dia cuma sedang dimintai keterangan, beda loh dimintai keterangan dengan terlibat dalam kasus," ucapnya.
"Silakan aja (copot menteri), kalau berani. Jadi diwakafkan untuk membantu presiden kerja saja," kata anggota DPR dari Fraksi PKS Jazuli Juwani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013).
Ia pun meminta berbagai pihak untuk menahan diri, terkait masa depan tiga menteri PKS yang kini duduk di KIB jilid II. Anggota Komisi II ini menegaskan, soal pemberhentian menteri adalah kewenangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai kepala negara. "Yang ngangkat menteri siapa? Yang nyopot siapa dong? Pemecatan dari Presiden dong," ucapnya.
Hingga kini, tiga menteri dari PKS masih menjabat, mereka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, dan Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri.
Sebelumnya, Jazuli membantah jika Mentan Suswono diprediksi akan dicopot, jika jatah kursi Menteri PKS kembali dikurangi, karena menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Itu bukan informasi resmi. Orang mengandai-andai boleh-boleh saja. Semua orang boleh mengandai-andai. Itu bukan keputusan resmi, bukan surat resmi, bukan informasi resmi," kata Jazuli di Gedung DPR RI.
Dia menegaskan, hingga saat ini kehadiran Mentan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap impor daging di Kementan, bukan orang yang terlibat dalam kasus tersebut. "Dia cuma sedang dimintai keterangan, beda loh dimintai keterangan dengan terlibat dalam kasus," ucapnya.
(maf)