UGM: Database Desa Kemiren akan jadi simposium internasional
Kamis, 13 Juni 2013 - 00:11 WIB
UGM: Database Desa Kemiren akan jadi simposium internasional
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni, Dwikorita Karnawati menyampaikan, kerja sama dengan Universitas Hawai dilakukan sejak tahun 2012. Kerja sama tersebut menurutnya adalah penelitian untuk pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat dengan menerapkan teknologi tepat guna.
"Database dan hasil pantauan yang kita dapatkan dari penduduk lokal dan digabungkan dari banyak area, akan menjadi suatu database yang besar. Tidak hanya di Desa Kemiren tapi Asia Pasifik," jelasnya di Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (12/6/2013).
Selain itu, kata dia, penelitian tersebut juga mencakup kehidupan budaya masyarakat dan teknologi untuk tangguh terhadap bencana. "Bahan dari lapangan yang kami dapatkan, akan digunakan untuk simposium dari seluruh dunia," tandasnya.
Sebelumnya, Maya Kassandra Soetoro Ng, adik tiri Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama datang bersama dengan rombongan dari Universitas Hawai, Universitas Gajah Mada (UGM), BPBD Kabupaten Magelang, dan Pacific Disaster Center, juga melihat dari dekat Dusun Jumoyo di Desa dan Kecamatan Salam, luluh lantak diterjang banjir lahar yang pada bencana erupsi Merapi 2010 lalu.
Rombongan Maya, akhirnya meneruskan perjalanan untuk melihat keberadaan chek dam di sekitar Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos, Srumbung. Maya terlihat serius mengamati dam-dam pengendali banjir lahar, yang telah selesai diperbaiki BBWSSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak).
Check dam itu, sebelumnya rusak dan bahkan sebagian hilang hanyut diterjang banjir lahar dari Merapi.
Maya dan rombongan akhirnya melihat kehidupan warga di Desa Kemiren, yang terkena bencana erupsi Merapi 2010 lalu. Ia disambut Kepala Desa Kemiren, Yusuf Herlambang, perangkat desa setempat dan ibu-ibu yang juga menyempatkan untuk berfoto bersama. "Makanan di sini lezat dan manis," paparnya.
"Database dan hasil pantauan yang kita dapatkan dari penduduk lokal dan digabungkan dari banyak area, akan menjadi suatu database yang besar. Tidak hanya di Desa Kemiren tapi Asia Pasifik," jelasnya di Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (12/6/2013).
Selain itu, kata dia, penelitian tersebut juga mencakup kehidupan budaya masyarakat dan teknologi untuk tangguh terhadap bencana. "Bahan dari lapangan yang kami dapatkan, akan digunakan untuk simposium dari seluruh dunia," tandasnya.
Sebelumnya, Maya Kassandra Soetoro Ng, adik tiri Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama datang bersama dengan rombongan dari Universitas Hawai, Universitas Gajah Mada (UGM), BPBD Kabupaten Magelang, dan Pacific Disaster Center, juga melihat dari dekat Dusun Jumoyo di Desa dan Kecamatan Salam, luluh lantak diterjang banjir lahar yang pada bencana erupsi Merapi 2010 lalu.
Rombongan Maya, akhirnya meneruskan perjalanan untuk melihat keberadaan chek dam di sekitar Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos, Srumbung. Maya terlihat serius mengamati dam-dam pengendali banjir lahar, yang telah selesai diperbaiki BBWSSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak).
Check dam itu, sebelumnya rusak dan bahkan sebagian hilang hanyut diterjang banjir lahar dari Merapi.
Maya dan rombongan akhirnya melihat kehidupan warga di Desa Kemiren, yang terkena bencana erupsi Merapi 2010 lalu. Ia disambut Kepala Desa Kemiren, Yusuf Herlambang, perangkat desa setempat dan ibu-ibu yang juga menyempatkan untuk berfoto bersama. "Makanan di sini lezat dan manis," paparnya.
(mhd)