Demokrat: Seluruh anggota Setgab kecewa dengan PKS

Rabu, 12 Juni 2013 - 10:06 WIB
Demokrat: Seluruh anggota...
Demokrat: Seluruh anggota Setgab kecewa dengan PKS
A A A
Sindonews.com - Ketua Harian Partai Demokrat (PD), Syarief Hasan mengatakan seluruh anggota koalisi yang tergabung di dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) partai politik pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono kecewa dengan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebagai salah satu anggota koalisi, seharusnya PKS bisa sejalan dengan pemerintah. "Jika berbeda, ini kan rakyat miskin yang ingin kita lindungi kalau teman-teman PKS berpendapat lain kita sesalkan dan kecewa sekali," kata Syarief Hasan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Ketika ditanya apakah Partai Demokrat tetap menganggap PKS sebagai mitra dari koalisi, Syarief yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM tidak langsung menanggapi. Dia hanya mengatakan, semua anggota Setgab kecewa.

"Yang penting yang jelas semua anggota Setgab sangat kecewa dengan sikap PKS. Kalau kita baca code of conduct itu sudah sangat jelas, silakan (wartawan) baca itu," tukas Syarief.

Syarief pun belum mengetahui langkah ke depan yang akan dilakukan Setgab terkait sikap partai berbasis massa Islam tersebut. "Yah kita lihat perkembangannya nanti," pungkasnya.

PKS hingga kini menjadi partai koalisi yang belum menentukan sikap terhadap wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pemberian Bantuan Langsung Sementara (BLSM).

Sementara itu, dalam poin kelima code of conduct yang ditandatangani partai koalisi menyebutkan:

"Bilamana terjadi ketidaksepakatan terhadap posisi bersama koalisi, terlebih menyangkut isu yang vital dan startegis, seperti yang tercantum dalam butir 2 tersebut di atas yang justru dituntut kebersamaan dalam koalisi, semaksimal mungkin tetap dilakukan komunikasi politik untuk menemukan solusi yang terbaik. ‪Apabila pada akhirnya tidak ditemukan solusi yang disepakati bersama, maka parpol peserta koalisi yang bersangkutan dapat mengundurkan diri dari koalisi. Manakala parpol yang bersangkutan tidak mengundurkan diri pada hakikatnya kebersamaannya dalam koalisi parpol telah berakhir. Selanjutnya Presiden mengambil keputusan dan tindakan menyangkut keberadaan parpol dalam koalisi dan perwakilan partai yang berada dalam kabinet.‬"
(lns)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved