Ombudsman: Ada penyimpangan PPDB, laporkan

Selasa, 04 Juni 2013 - 17:08 WIB
Ombudsman: Ada penyimpangan...
Ombudsman: Ada penyimpangan PPDB, laporkan
A A A
Sindonews.com - Lembaga negara pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI berharap, penyimpangan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak terulang kembali sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Hal ini harus menjadi perhatian serius mengingat sejumlah pelanggaran yang terjadi berpotensi menghambat sistem pendidikan nasional.

"Semoga tak ada lagi penyimpangan saat PPDB," harap Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan Budi Santoso dalam siaran persnya yang diterima wartawan di Depok, Selasa (4/6/2013).

Merujuk pada laporan dan aduan yang diterima Pos Pengaduan PPDB bentukan Ombudsman RI pada Tahun Ajaran 2012/3013, lembaga negara yang mengawasi perilaku maladminstratif ini menemukan tiga substansi laporan teratas dari 50 aduan yang dilaporkan masyarakat. Tiga laporan itu meliputi pungutan uang gedung dan seragam (14 laporan), keluhan atas kebijakan sistem kuota (tujuh laporan) dan pungutan uang pendaftaran (lima laporan).

"Selain tiga hal di atas, praktik titip-menitip siswa saat mendaftar juga menjadi laporan serius yang diperoleh Tim Ombudsman RI," terangnya.

Ombudsman, tutur Budi, mengimbau kepada instansi terkait agar dapat memperketat proses pengawasan PPDB Tahun Ajaran 2013/2014. Jika tetap terjadi penyimpangan, kata dia, maka sanksi tegas harus segera diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Budi menjelaskan, pembukaan posko serupa tahun lalu juga akan dilakukan Ombudsman RI pada tahun ini. Posko tersebut, ungkap dia, tidak hanya dibuka di Kantor Ombudsman Pusat Jakarta melainkan juga akan dibuka di 23 kantor perwakilan yang ada di Indonesia.

Keberadaan posko ini, jelas Budi, merupakan upaya mempermudah akses masyarakat yang ingin melaporkan dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proses PPDB.

Selain itu, Tim Ombudsman RI juga akan melakukan pemantauan langsung ke beberapa sekolah untuk mengawasi penyelenggaraan PPDB yang bebas maladministrasi. "Kami jadwalkan pembukaan posko dan pemantauan PPDB pada medio Juni 2013," papar Budi.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved