Demokrat nilai LSN tak objektif

Senin, 03 Juni 2013 - 08:00 WIB
Demokrat nilai LSN tak...
Demokrat nilai LSN tak objektif
A A A
Sindonews.com - Politikus Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menilai, Lembaga Srvei Nasional (LSN) tidak objektif. Pasalnya, dari sekian kasus yang menyeret partai politik (parpol) kenapa hanya Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terus dipantau.

Dia juga membeberkan beberapa kasus korupsi yang menyeret partai politik seperti korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag) yang dilakukan oleh politikus Partai Golkar Zulkarnaen Djabar, dan kasus lumpur Lapindo yang menyeret Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Selain itu ada kasus cek pelawat yang menyeret beberapa nama politikus Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) untuk pemenangan Miranda S Goeltom untuk jadi pemenang pada pemilihan Gubernur Bank Indonesia.

"Survei LSN harusnya objektif juga, dengan melihat korupsi oleh partai-partai di luar Demokrat dan PKS. Lihat juga korupsi Alquran yang sangat melukai umat Islam, korupsi pajak, PON, cek pelawat, E-KTP, ilegal loging, ilegal mining, masalah Lapindo, korupsi haji dan berderet masalah yang lain," keluhnya kepada Sindonews, Senin (3/6/2013).

"Jadi hemat saya LSN kurang objektif. Hanya membidik PD dan PKS tampaknya. Jadi kurang bijak dan kurang elok LSN dengan tidak melihat korupsi dua besar oleh partaipartai lainnya tersebut," kata dia.

Seperti diketahui, Populasi dari survei LSN adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah berusia 17 tahun ke atas, atau belum berusia 17 tahun namun sudah menikah.

Jumlah sampel sebanyak 1230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling). Simpangan kesalahan (Margin of error) sebesar 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden dengan berpedoman quesioner. Survei ini dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara mendalam (depth-interview) dan analisis media.
(mhd)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Analisis Kritis dan...
Analisis Kritis dan Metodologis Terkait Dugaan Under-Invoicing di Sektor Sawit
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
Mahfud MD: Pelimpahan...
Mahfud MD: Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Tidak Ada Dalam KUHAP
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
4 Kombes Pol Dimutasi...
4 Kombes Pol Dimutasi Jadi Penyidik Kortas Tipidkor pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved