Demokrat: Penghargaan SBY untuk keteladanan yang hilang

Jum'at, 31 Mei 2013 - 16:14 WIB
Demokrat: Penghargaan...
Demokrat: Penghargaan SBY untuk keteladanan yang hilang
A A A
Sindonews.com - Tak hanya di Indonesia kritikan atas penghargaan World Statesmen Award yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) mencuat. Namun, di hotel yang menjadi lokasi pemberian penghargaan pun ikut didemo.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Nurhayati Ali Assegaf menilai jika penghargaan yang diterima kepala negara semestinya bisa menjadi teladan di tanah air yang menurutnya belakangan telah hilang.

"Di Amerika Serikat demo itu kan biasa. Award ini kan sebuah proses, banyak yang diusulkan tapi yang diterima Pak SBY ini kan untuk keteladanan. Selama ini kita kehilangan keteladanan itu," kata Nurhayati di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Menurutnya, hanya di Indonesia yang memiliki perlindungan terhadap kaum minoritas termasuk mengenai keyakinan. Ia pun menegaskan bahwa itu bagian dari pluralisme yang ada di tanah air.

"Saya punya prinsip bahwa toleransi itu protect minority respect majority. Ini hanya terjadi di Indonesia. Waktu saya tinggal di Tokyo dan Amerika banyak sekali black moslem yang dibunuh. Di Indonesia ini betapa indahnya pluralisme ini," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Ode Ida juga tak mempersoalkan penghargaan yang diterima kepala negara. Menurut dia, hak SBY untuk menerima penyematan itu. Pasalnya yang melakukan penilaian berasal dari asing bukan dalam negeri.

"Saya kira biarlah dia menikmati sisa-sisa periode kedua dia ini, karena yang memberikan itu kan Amerika Serikat, dan SBY punya hak menerima, silahkan," kata La Ode di tempat yang sama.

Alasan dia tak mempersoalkan SBY menerima penghargaan itu adalah karena tidak akan meningkatkan citra yang bersangkutan di masyarakat karena waktunya yang telah usai.

"Sekarang ini bukan simbol-simbol seperti itu lagi untuk SBY, karena sudah lewat. Untuk pencitraan juga sudah lewat karena sudah the last term buat presiden," cetusnya.
(kri)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved