Ketua PBNU heran dengan penghargaan ACF

Rabu, 29 Mei 2013 - 15:47 WIB
Ketua PBNU heran dengan...
Ketua PBNU heran dengan penghargaan ACF
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat penghargaan World Statesman Award dari Appeal of Conscience Foundation (ACF). Penghargaan itu menuai pro dan kontra di masyarakat, sebagian merasa penghargaan itu pantas diterima, sebagian merasa tidak.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengaku heran dengan adanya pro dan kontra atas diberikannya penghargaan tersebut, khususnya pada pihak yang kontra. "Saya keran kenapa presiden kita dapat penghargaan, malah sinis begitu. Kalau saya bersyukur," ujar Said di Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/5/2013).

Menurutnya, penghargaan itu bukan diberikan kepada SBY sebagai pribadi. Tapi penghargaan itu diberikan untuk bangsa Indonesia yang diwakilkan pada SBY. "Itu bukan (penghargaan) pribadi untuk presiden, tapi untuk bangsa Indonesia. Sebenarnya yang dapat (penghargaan) dari lembaga internasional yang bosnya adalah Bill Clinton. Elite itu, dan mereka beri penghargaan tidak sembarangan, melalui penelitian, kajian, pengamatan," jelasnya.

Dengan banyaknya suku dan agama di Indonesia, ia menyebut hal yang luar biasa ketika toleransi dan kerukunan umat beragama bisa terjaga. "Bayangkan di negara lain dua suku saja berantem terus seperti di Siprus, tiga agama di Palestina saja berantem terus yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Di kita ada enam agama, 400 suku ,masih bisa bertahan, bersatu sekian puluh tahun, luar biasa itu," ujar Said.

Tingginya toleransi beragama di Indonesia salah satunya ditunjukkan dengan setiap ada hari besar keagamaan, maka menjadi libur nasional. Selain itu, kesempatan terbuka bagi agama dan suku apapun untuk menjabat sebagai orang penting di pemerintahan.

Tapi diakuinya memang ada sejumlah masalah intoleranti umat beragama di negeri ini. "Adapun ada letupan-letupan, itu yang perlu diselesaikan, seperti Gereja Yasmin, Ahmadiyah, itu pekerjaan rumah kita yang harus diselesaikan. Tapi tidak mengurangi kita bangga jadi bangsa yang toleran, bersatu, berbudaya," tandas Said.
(maf)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved