Eksistensi politikus perempuan terhambat oleh waktu

Sabtu, 27 April 2013 - 18:08 WIB
Eksistensi politikus...
Eksistensi politikus perempuan terhambat oleh waktu
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR), Melani Leimena Suharli mengatakan, hal yang menyebabkan minimnya perempuan di kancah politik, karena perempuan memiliki keterbatasan waktu, tidak seperti laki-laki.

Menurutnya, laki-laki lebih fleksibel untuk turun ke dunia politik, terutama saat melakukan kampanye. Tentunya jika hal ini dilakukan perempuan, dapat berpengaruh dengan upaya mereka untuk terjun ke politik.

"Kalau kampanye, kita juga enggak mungkin sampai pagi dan sebagainya. Ada jam-jamnya, misalnya sampai jam 8. Yang lainnya laki-laki bisa sampai jam 2 pagi untuk berinteraksi dengan warga, jadi itulah kelemahan," katanya kepada wartawan di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2013).

Kendati demikian, politikus Partai Demokrat ini meminta, agar masyarakat tidak melihat dua hal tersebut, melainkan visi dan misi calon untuk maju ke dunia politik. "Tapi visi dan misi sama dengan laki-laki," tuntasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, modal popularitas saja tidak cukup untuk mengantarkan seseorang menjadi anggota DPR. Faktor moralitas, persoalan hukum, kapabilitas, dan kerja keras juga diperlukan dalam menentukan terpilihnya seorang calon anggota legislatif (caleg).

"Kalau cuma populer, tak pasti bisa melenggang ke parlemen. Harus punya modal lain," ujar anggota Komisi IX DPR, Okky Asokawati disela-sela acara Az-Zahra peduli dengan tema Perempuan Mandiri secara Ekonomi Pilar Kesejahteraan Keluarga di auditorum Kementerian Agama, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kembali mencalonkan sebagai anggota legislatif ini mengatakan, kerja keras dan finansial harus jalan beriringan. Pasalnya, kedua faktor ini juga ikut menentukan seorang caleg untuk berhasil meduduki kursi di Senayan.

"Populer mau turun ke bawah, tapi tak bawa apa-apa, tak akan jadi. Atau sebaliknya, kerja keras, punya finansial yang bagus, tapi tak populer ya repot juga. Jadi memang semua harus terkait satu sama lain," tukasnya.
(maf)
Berita Terkait
Fokus Masalah Perempuan...
Fokus Masalah Perempuan dan Anak, Jessica Diapresiasi Banyak Tokoh Dunia
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Siapa Maryam Nawaz?...
Siapa Maryam Nawaz? Politikus Perempuan Pertama yang Menjadi Menteri Utama Punjab di Pakistan
KPPG Sebut Peran Penting...
KPPG Sebut Peran Penting Perempuan dalam Politik Nasional
Politik PKB Memuliakan...
Politik PKB Memuliakan Perempuan
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Berita Terkini
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved