Ketimpangan pembangunan di Indonesia makin parah

Jum'at, 26 April 2013 - 08:02 WIB
Ketimpangan pembangunan...
Ketimpangan pembangunan di Indonesia makin parah
A A A
Sindonews.com - Ekonomi dunia dalam 150 tahun terakhir didominasi oleh kekuatan industri besar dunia utara yakni Amerika Serikat, Inggris Raya, Jerman, Perancis, Kanada dan Italia.

Namun untuk pertama kali setelah 150 tahun lebih, dominasi negara-negara utara tersebut, tersaingi oleh kekuatan ekonomi besar di Cina, Brasil, dan India di lapis pertama kemudian disusul Indonesia, Meksiko, Afrika Selatan, dan Turki.

Rektor Universitas Gajah Mada (UGM), Pratikno mengatakan, kekuatan tiga negara Brasil, Cina, dan India diperkirakan akan mengambil porsi 40 persen dari ekonomi dunia di 2050. Menurutnya, hal ini bisa terjadi apabila dikombinasikan dengan kekuatan Indonesia dan beberapa negara selatan lain, maka dunia selatan akan menjadi kekuatan terbesar ekonomi dunia.

“Indonesia saat ini berada di uturan ke 16 ekonomi terbesar dunia, akan terus naik menjadi 10 besar dunia tahun 2040-an,” kata Pratikno dalam pidato wisuda program pascasarjana periode III, di Graha Sabha Pramana, Yogyakarta, Kamis 25 April 2013.

Menurut Pratikno, kemampuan negara-negara selatan untuk memenuhi kebutuhan pangan serta produk manufaktur untuk kebutuhan sendiri dan ekspor ke negara-negara utara menjadi penggerak utama. "Indonesia harus mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta menjaga kekuatan bangsa dalam semangat keikaan dalam kebhinekaan," ucapnya.

Namun diakuinya, Indonesia masih menghadapi permasalahan lingkungan, demografi, dan tata kelola pemerintahan serta ketimpangan pemerataan pembangunan. “Dengan semangat kebersamaan kita harus terus koreksi ketimpangan pembangunan yang semakin memprihatinkan,” urainya.

Diakui Pratikno, pemerataan pembangunan seharusnya dinikmati untuk seluruh rakyat dan seluruh wilayah, karenanya percepatan pembangunan Indonesia kawasan timur perlu diprioritaskan, karena kawasan ini mengalami ketertinggalan dibanding kawasan lainnya. “Saya berharap alumni UGM bisa mendorong itu,” tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kemendagri Kawal Pembentukan...
Kemendagri Kawal Pembentukan 3 Provinsi Baru di Papua
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Permintaan Pemuda Adat...
Permintaan Pemuda Adat Papua agar Pemerintah Percepat Pemekaran Didukung
DOB Dianggap Beri Dampak...
DOB Dianggap Beri Dampak Positif bagi Kesejahteraan Masyarakat Papua
Pembangunan Aceh Harus...
Pembangunan Aceh Harus Bersinergi dan Sinkron Antara Pusat dan Daerah
Catatan Satu Tahun BP3OKP
Catatan Satu Tahun BP3OKP
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved