Barat yang harus menyesuaikan diri dengan Indonesia
Jum'at, 26 April 2013 - 03:07 WIB
Barat yang harus menyesuaikan diri dengan Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Mahasiswi Program Doktor Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Partiningsih mengatakan, lewat pemikiran sastrawan dan sejarawan ternama yakni Kuntowijoyo melalui empat novelnya, mengisyaratkan adanya perubahan sosial yang terjadi di masyarakat Jawa.
Diketahui, empat novel tersebut adalah Pasar, Khotbah Di Atas Bukit, Mantra Penjinak Ular, serta Wasripin dan Satinah.
Menurut Partiningsih, dalam pandangan Kuntowijoto, nilai-nilai Barat atau modernisasi yang seharusnya menyesuaikan diri dengan nilai Islam dan budaya Jawa. Karena manusia Jawa memiliki sifat lentur dan punya daya tersendiri. "Jadi bukan Islam dan Jawa yang harus menyesuaikan arus moderenisasi," paparnya dalam diskusi Jelajah Pemikiran Budaya Umar Kayam dan Kuntowijoyo, di Yogyakarta, Kamis 25 April 2013.
Partiningsih menyampaikan, dalam empat novel tersebut Kuntowijoyo berusaha mengetengahkan filosofi manusia dan budaya Jawa yang digabung dengan gagasan pemikiran Islam.
"Situasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang ditemukan dalam fakta sejarah. Pada novel-novel ini dengan gamblang mengungkapkan berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan yang terjadi semasa hidupnya," ujarnya.
Diketahui, empat novel tersebut adalah Pasar, Khotbah Di Atas Bukit, Mantra Penjinak Ular, serta Wasripin dan Satinah.
Menurut Partiningsih, dalam pandangan Kuntowijoto, nilai-nilai Barat atau modernisasi yang seharusnya menyesuaikan diri dengan nilai Islam dan budaya Jawa. Karena manusia Jawa memiliki sifat lentur dan punya daya tersendiri. "Jadi bukan Islam dan Jawa yang harus menyesuaikan arus moderenisasi," paparnya dalam diskusi Jelajah Pemikiran Budaya Umar Kayam dan Kuntowijoyo, di Yogyakarta, Kamis 25 April 2013.
Partiningsih menyampaikan, dalam empat novel tersebut Kuntowijoyo berusaha mengetengahkan filosofi manusia dan budaya Jawa yang digabung dengan gagasan pemikiran Islam.
"Situasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang ditemukan dalam fakta sejarah. Pada novel-novel ini dengan gamblang mengungkapkan berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan yang terjadi semasa hidupnya," ujarnya.
(maf)