Loloskan PT CMMA, Irwasum terima uang Rp1,5 Miliar
Selasa, 23 April 2013 - 18:14 WIB
Loloskan PT CMMA, Irwasum terima uang Rp1,5 Miliar
A
A
A
Sindonews.com - Aliran uang korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri ternyata juga mengalir ke berbagai pejabat struktural di Mabes Polri yang menangani langsung proyek bernilai Rp196,8 miliar itu.
Dalam dakwaan terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo, aliran uang itu ternyata juga disalurkan kepada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri selaku divisi yang bertanggung jawab dalam meloloskan proyek itu. Untuk diketahui, Irwasum saat itu dijabat oleh Nanan Sukarna.
Jaksa KPK Kemas Abdul Roni mengatakan, pada 10 Maret 2011 Direktur Utama PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto, mencairkan uang senilai Rp1,5 miliar. Uang itu, kata jaksa Roni, akan diberikan kepada tim Irwasum untuk memastikan pra-audit berjalan mulus.
"Budi minta Rp 1 miliar untuk Irwasum dari Sukotjo. Dia minta talangin Budi dan Budi ok," kata jaksa Roni saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa, (23/4/2013).
Uang itu sendiri, lanjut Roni, diberikan sebagai kompensasi atas jasa dari Irwasum yang telah meloloskan PT CMMA sebagai pemenang tender proyek.
“Itu diskon Rp1,5 miliar untuk Irwasum. Atas rekomendasi Irwasum, Kapolri tetapin PT CMMA sebagai pemenang lelang,“ imbuhnya.
Berselang beberapa hari kemudian, uang itu kemudian diserahkan kepada tim dari Irwasum. "Pada tanggal 14 Maret 2011, uang diberikan kepada tim Irwasum," tambahnya.
Setelah itu, jaksa Roni menambahkan, Irwasum merekomendasikan PT CMMA sebagai pemenang lelang. Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo kemudian menandatangani penetapan pemenang PT Citra Mandiri atas rekomendasi Irwasum. Pada 2010-2011, saat proyek simulator dijalankan, Irwasum Mabes Polri dipimpin oleh Komisaris Jenderal Nanan Sukarna.
Sebelum pencairan uang Rp1,5 miliar, Irwasum membentuk tim pra-audit yang memeriksa kesiapan PT CMMA sebagai pemenang lelang pada 7-9 Maret 2011. Tim Irwasum sempat mempermasalahkan spesifikasi chassis simulator mengemudi roda empat.
"Harusnya kan pakai PVC, bukan bodi mobil, tolong segera disiapkan," kata Jaksa Roni, menirukan komentar tim Irwasum Polri saat berkunjung ke pabrik PT CMMA di Bekasi.
Dalam dakwaan terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo, aliran uang itu ternyata juga disalurkan kepada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri selaku divisi yang bertanggung jawab dalam meloloskan proyek itu. Untuk diketahui, Irwasum saat itu dijabat oleh Nanan Sukarna.
Jaksa KPK Kemas Abdul Roni mengatakan, pada 10 Maret 2011 Direktur Utama PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto, mencairkan uang senilai Rp1,5 miliar. Uang itu, kata jaksa Roni, akan diberikan kepada tim Irwasum untuk memastikan pra-audit berjalan mulus.
"Budi minta Rp 1 miliar untuk Irwasum dari Sukotjo. Dia minta talangin Budi dan Budi ok," kata jaksa Roni saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa, (23/4/2013).
Uang itu sendiri, lanjut Roni, diberikan sebagai kompensasi atas jasa dari Irwasum yang telah meloloskan PT CMMA sebagai pemenang tender proyek.
“Itu diskon Rp1,5 miliar untuk Irwasum. Atas rekomendasi Irwasum, Kapolri tetapin PT CMMA sebagai pemenang lelang,“ imbuhnya.
Berselang beberapa hari kemudian, uang itu kemudian diserahkan kepada tim dari Irwasum. "Pada tanggal 14 Maret 2011, uang diberikan kepada tim Irwasum," tambahnya.
Setelah itu, jaksa Roni menambahkan, Irwasum merekomendasikan PT CMMA sebagai pemenang lelang. Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo kemudian menandatangani penetapan pemenang PT Citra Mandiri atas rekomendasi Irwasum. Pada 2010-2011, saat proyek simulator dijalankan, Irwasum Mabes Polri dipimpin oleh Komisaris Jenderal Nanan Sukarna.
Sebelum pencairan uang Rp1,5 miliar, Irwasum membentuk tim pra-audit yang memeriksa kesiapan PT CMMA sebagai pemenang lelang pada 7-9 Maret 2011. Tim Irwasum sempat mempermasalahkan spesifikasi chassis simulator mengemudi roda empat.
"Harusnya kan pakai PVC, bukan bodi mobil, tolong segera disiapkan," kata Jaksa Roni, menirukan komentar tim Irwasum Polri saat berkunjung ke pabrik PT CMMA di Bekasi.
(kri)