IT KPU seharga Rp40 miliar bukan jaminan aman
Kamis, 18 April 2013 - 20:47 WIB
IT KPU seharga Rp40 miliar bukan jaminan aman
A
A
A
Sindonews.com - Empat sistem aplikasi berbasis informasi teknologi (IT) yang tengah dikembangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) diprediksi akan mengalami berbagi persoalan.
Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Yusfitriadi, permasalahan itu dapat timbul di seluruh proses tahapan, baik dari segi anggaran, penyelenggaraan tender hingga pola pengamanan dari peretas (hacker).
"Pastilah, memperhatikan aspek manapun, resistensi penggunaan IT dalam seluruh proses tahapan penyelenggaraan pemilu cukup tinggi, dilihat dari penggunaan anggaran, dilihat dari penyelenggaraan tender, dilihat dari kekuatan sistem pada IT tersebut (sangat mungkin dijebol hacker)," kata Yus saat dihubungi wartawan, Kamis (18/4/2013).
Menurutnya, masalah dan kendala itu dapat terjadi mengingat sumber daya maanusia yang menangani pengembangan hingga penggunaan sistem tersebut masih minim. "Dilihat dari kesiapan SDM yang akan mengoperasikan IT tersebut," terangnya.
Lebih lanjut, kata dia, sudah ada bukti mengenai masalah-masalah dalam IT yang digunakan oleh lembaga pemilihan tersebut, termasuk dalam pemilu sebelumnya.
"Dan kondisi-kondisi potensi masalah tersebut sudah ada preseden pada pemilu sebelumnya, atau pada tahapan sebelumnya," tuntasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPU memberikan anggaran senilai Rp 40 miliar membangun IT yang akan digunakan untuk Pemilu 2014.
Sedikitnya empat aplikasi sistem IT yang disiapkan antara lain yaitu Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), Sistem Informasi Calon (Silon), Sistem Informasi Penghitungan (Situng), dan Sistem Informasi Logistik (Silog).
Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Yusfitriadi, permasalahan itu dapat timbul di seluruh proses tahapan, baik dari segi anggaran, penyelenggaraan tender hingga pola pengamanan dari peretas (hacker).
"Pastilah, memperhatikan aspek manapun, resistensi penggunaan IT dalam seluruh proses tahapan penyelenggaraan pemilu cukup tinggi, dilihat dari penggunaan anggaran, dilihat dari penyelenggaraan tender, dilihat dari kekuatan sistem pada IT tersebut (sangat mungkin dijebol hacker)," kata Yus saat dihubungi wartawan, Kamis (18/4/2013).
Menurutnya, masalah dan kendala itu dapat terjadi mengingat sumber daya maanusia yang menangani pengembangan hingga penggunaan sistem tersebut masih minim. "Dilihat dari kesiapan SDM yang akan mengoperasikan IT tersebut," terangnya.
Lebih lanjut, kata dia, sudah ada bukti mengenai masalah-masalah dalam IT yang digunakan oleh lembaga pemilihan tersebut, termasuk dalam pemilu sebelumnya.
"Dan kondisi-kondisi potensi masalah tersebut sudah ada preseden pada pemilu sebelumnya, atau pada tahapan sebelumnya," tuntasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPU memberikan anggaran senilai Rp 40 miliar membangun IT yang akan digunakan untuk Pemilu 2014.
Sedikitnya empat aplikasi sistem IT yang disiapkan antara lain yaitu Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), Sistem Informasi Calon (Silon), Sistem Informasi Penghitungan (Situng), dan Sistem Informasi Logistik (Silog).
(kri)