KPK kerap terima laporan dugaan korupsi di Kemendikbud

Rabu, 17 April 2013 - 18:49 WIB
KPK kerap terima laporan...
KPK kerap terima laporan dugaan korupsi di Kemendikbud
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui, pihaknya kerap menerima laporan dari berbagai pihak tentang dugaan penyimpangan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bahkan, dugaan korupsi pengadaan lembar jawaban dan soal Ujian Nasional (UN) SLTA tahun 2013 ini adalah laporan yang kesekian kalinya sudah diterima KPK.

“Memang yang namanya di pendidikan ini bukan soal UN ada pengaduan juga yang berkaitan dengan kurikulum baru, itu juga ada orang yang mengadu,“ kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Bambang juga mengatakan, pihaknya memang sudah menerima laporan dari elemen masyarakat terkait pelanggaran Kemendikbud dalam menghadapi pengadaan yang berujung pada keterlambatan SLTA di 11 provinsi untuk melakukan UN.

“Kemudian ada juga yang mengadu berkaitan dengan UN, ada juga yang mengadu berkaitan dengan investigasi yang sedang dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kemendikbud. Ada cukup banyak pengaduan yang berkaitan dengan pendidikan, kemarin Fitra, ICW dan beberapa teman kita anggap sebagai masyarakat yang akan memberitahukan kepada KPK,“ ungkapnya.

Sebelumnya, UN gagal dilakukan serentak pada Senin, 15 April kemarin, akibat 11 provinsi belum kunjung menerima naskah soal ujian. Perusahaan PT Ghalia Indonesia Printing (GIP) dituding sebagai pemicu kegagalan tersebut.

KPK sendiri sudah meminta Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) memberi informasi awal terkait kejanggalan penggandaan dan distribusi soal UN. Fitra menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek UN sebab, pemenang tender berasal dari perusahaan yang menawarkan harga mahal.

Akibat tender yang janggal ini, Fitra mengklaim negara dirugikan Rp 32 miliar. Bambang menyatakan bakal menindaklanjuti data dari Fitra tersebut.
(kri)
Berita Terkait
Kemendikbud Siapkan...
Kemendikbud Siapkan Infrastruktur Pengganti Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
Asesmen Nasional Pengganti...
Asesmen Nasional Pengganti UN Jangan Sampai Menjadi Beban Baru
Mendikbudristek: Ini...
Mendikbudristek: Ini 3 Perbedaan Mendasar Asesmen Nasional dan Ujian Nasional
Ujian Nasional Ditiadakan,...
Ujian Nasional Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
PGRI: Banyak Sekolah...
PGRI: Banyak Sekolah di Daerah Belum Terima Sosialisasi Asesmen Nasional
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved