Larang pilih PKB, Yenny tak fair

Rabu, 17 April 2013 - 08:09 WIB
Larang pilih PKB, Yenny...
Larang pilih PKB, Yenny tak fair
A A A
Sindonews.com - Imbauan Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Yenny Wahid agar kader tak memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) maupun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuai kritikan tajam.

Ketua DPP PKB Abdul Malik Haramain menilai imbauan Yenny itu tidak fair. Sebab, menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan pilihannya termasuk dalam Pemilu 2014 mendatang.

"Imbauan itu tidaklah fair, tidak adil, semua orang, semua warga negara berhak dan otonom menentukan afiliasi politiknya," tegas anggota Komisi II DPR RI ini ketika dihubungi, Rabu (17/4/2013).

Semestinya, lanjut Abdul Malik Haramain, Yenny membiarkan orang menentukan sikap politik masing-masing dan tidak dilarang-larang.

Namun demikian, hingga saat ini kata Abdul Malik Haramain, pihaknya masih yakin warga Nahdliyyin tetap akan menyalurkan suara ke PKB.

"Kita tidak merasa khawatir karena warga Nahdliyyin paham dan paham tentang sejarah PKB - NU," tegasnya.

Abdul mengaku tak mengerti mengapa Yenny melakukan hal itu, sebab, Gus Dur di masa hidupnya dulu tak pernah melarang-larang kader, hanya saja terus mengajak para kader agar setia kepada partai.

"Seingatku Gus Dur enggak pernah melarang, orang dukung partai apapun. Setahuku Gus Dur hanya mengajak orang untuk mendukung PKB, tanpa melarang orang dukung partai lain. Di situlah bijaknya seorang Gus Dur," ucap Abdul mengenang.

Seperti diketahui, Yenny Wahid mengizinkan kadernya untuk berlabuh di partai manapun asal jangan PKB dan PKS. Alasan tersebut atas dasar ideologi partainya yang mengusung nilai Ahlussunah Wal Jamaah.

"Banyak sekali. Rata-rata sudah membuat ijtihad sendiri. Yang paling penting tidak ke PKB dan PKS. Sudah banyak pindah ke partai lain. Sudah banyak tempat mereka untuk berlabuh. Ini berhubungan visi dan misi politik kebangsaan. Kami memperjuangkan Islam Ahlussunnah Waal Jamaah. Kalau PKB jelas kan? Apa perlu dijelaskan juga?" terang Yenny.
(lns)
Berita Terkait
Panji Bangsa Siap Terdepan...
Panji Bangsa Siap Terdepan Amankan Harlah ke-28 PKB
Konflik PKB-PBNU Meruncing,...
Konflik PKB-PBNU Meruncing, Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Dilaporkan ke Bareskrim
Cak Imin Tegaskan PKB...
Cak Imin Tegaskan PKB Solid: Yang Mau Ganggu Sampai Sungkan
Sambut Harlah PKB, Perempuan...
Sambut Harlah PKB, Perempuan Bangsa Gelar Lomba Masak dan Rias Tumpeng
Dewan Syura PKB Jawa...
Dewan Syura PKB Jawa Barat Sepakat Pertahankan Soliditas Partai
Vaksinasi Hari Kedua,...
Vaksinasi Hari Kedua, PKB Ingin Herd Immunity Cepat Terwujud
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved