JK sebut persoalan teknis sebabkan UN tak serentak
Selasa, 16 April 2013 - 16:32 WIB
JK sebut persoalan teknis sebabkan UN tak serentak
A
A
A
Sindonews.com - Ujian Nasional (UN) 2013 dinilai banyak pihak penuh masalah, ditambah lagi dengan mundurnya jadwal pelaksanaan UN di 11 propinsi, akibat keterlambatan suplai soal-soal UN.
Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan carut marutnya persoalan UN lebih disebabkan masalah teknis. Menurutnya, itu disebabkan adanya kegagalan yang dilakukan institusi teknis dalam pendistribusian soal.
"Ini akibat kegagalan institusi teknis. Ini harus diperbaiki," ungkapnya dalam acara Politeknik Negeri Jakarta 2013 di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (16/04/2013).
JK meminta seluruh pihak terkait, untuk mengevaluasi agar carut marut tersebut tidak terulang. Menurutnya, institusi teknis harus bertanggungjawab terkait hal itu. "Yang bertanggung jawab tentu instansi teknis. Tapi tentu tidak ada yang sempurnalah, harus ada perbaikan. Tentu secara teknis Ada yang bertanggung jawab untuk memperbaikinya," tukasnya.
Sebelumnya, Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menegaskan, dengan kegagalan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, seharusnya sudah menjadi alasan kuat agar dia mundur dan bersedia mengakui kesalahannya.
"Secara moral harusnya M Nuh itu mundur," kata Uchok di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Uchok pun mengakui, dalam kedatangannya hari ini ke KPK adalah sekaligus untuk melaporkan temuan indikasi korupsi yang telah terjadi dalam proses penggandaan dan distribusi UN.
“Karena kita lihat dari proses tender tidak adil. Karena pemenang tender adalah perusahaan yang menawarkan harga tinggi. Padahal ada beberapa perusahaan yang menawarkan harga rendah dan kapasitas baik, tapi dikalahkan. Itu yang kita laporkan, diperkuat dengan bukti lainnya,“ pungkasnya.
Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan carut marutnya persoalan UN lebih disebabkan masalah teknis. Menurutnya, itu disebabkan adanya kegagalan yang dilakukan institusi teknis dalam pendistribusian soal.
"Ini akibat kegagalan institusi teknis. Ini harus diperbaiki," ungkapnya dalam acara Politeknik Negeri Jakarta 2013 di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (16/04/2013).
JK meminta seluruh pihak terkait, untuk mengevaluasi agar carut marut tersebut tidak terulang. Menurutnya, institusi teknis harus bertanggungjawab terkait hal itu. "Yang bertanggung jawab tentu instansi teknis. Tapi tentu tidak ada yang sempurnalah, harus ada perbaikan. Tentu secara teknis Ada yang bertanggung jawab untuk memperbaikinya," tukasnya.
Sebelumnya, Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menegaskan, dengan kegagalan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, seharusnya sudah menjadi alasan kuat agar dia mundur dan bersedia mengakui kesalahannya.
"Secara moral harusnya M Nuh itu mundur," kata Uchok di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Uchok pun mengakui, dalam kedatangannya hari ini ke KPK adalah sekaligus untuk melaporkan temuan indikasi korupsi yang telah terjadi dalam proses penggandaan dan distribusi UN.
“Karena kita lihat dari proses tender tidak adil. Karena pemenang tender adalah perusahaan yang menawarkan harga tinggi. Padahal ada beberapa perusahaan yang menawarkan harga rendah dan kapasitas baik, tapi dikalahkan. Itu yang kita laporkan, diperkuat dengan bukti lainnya,“ pungkasnya.
(maf)