KPK temui titik terang soal surat palsu

Selasa, 16 April 2013 - 15:57 WIB
KPK temui titik terang...
KPK temui titik terang soal surat palsu
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menemukan titik terang terkait surat panggilan pemeriksaan palsu untuk Wali Kota Bandung Dada Rosada.

Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi menjelaskan, berdasarkan hasil dari pengawas internal KPK, ada beberapa temuan yang menjelaskan mengenai asal usul surat itu.

“Di surat itu dikatakan panggilan dari Deputi Penindakan Wari Sadono. Disitu juga dicantumkan nomor palsu yang ternyata tidak bisa dihubungi,“ kata Johan dalam keterangan persnya di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2013).

Johan pun mengatakan, surat itu ternyata dikirim menggunakan perusahaan jasa pengiriman TIKI dari wilayah Jakarta Pusat. Dari pengiriman itu sendiri, juga menggunakan nama Wari Sudono. “Sekarang sedang dilengkapi informasi, sehingga info bisa diperoleh dengan jelas,“ imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, karena diduga terkait dengan kasus penyuapan dana bantuan sosial (bansos) di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Wali Kota Bandung Dada Rosada telah dicegah berpergian ke luar negeri.

Pencegahan tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Dalam siaran pers yang disebarkan oleh Ditjen Imigrasi, surat pencegahan itu ternyata sudah diajukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 23 maret 2013 lalu.

"Surat Keputusan (SK) dari KPK tentang pencegahan dengan Nomor KEP-224/01/2013 tanggal 23.03.2013. Atas nama H DADA ROSADA SH MSi. TTL. Bandung 29 April 1947. Pekerjaan: Wali Kota Bandung," kata petugas Ditjen Imigrasi dalam siaran persnya, Senin 23 Maret 2013.

Pencegahan itu sendiri berlaku selama enam bulan ke depan. Pencegahan itu sendiri dilakukan, agar sewaktu-waktu Dada tidak sedang berada di luar negeri saat KPK membutuhkan keterangan yang bersangkutan.
(maf)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved