Punya akun twitter, SBY diminta legowo menerima kritikan

Sabtu, 13 April 2013 - 07:02 WIB
Punya akun twitter,...
Punya akun twitter, SBY diminta legowo menerima kritikan
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera meluncurkan akun jejaring sosial twitter resminya dalam waktu dekat. Kesiapan SBY menerima kritik pun dipertanyakan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Andi Mapetahang (A.M) Fatwa mengatakan, jika masyarakat memberikan kritik yang sifatnya sinisme, SBY harus bisa menerimanya dengan lapang dada.

"Tentu ada risikonya bahwa segala macam ada di twitter. Harus terima, harus terbuka kalau ada kritikan sinis," ujar A.M Fatwa saat dihubungi Sindonews, Sabtu (13/4/2013).

Namun, dia menilai bahwa langkah SBY akan memiliki akun Twitter sifatnya positif. Sebab, sudah sepantasnya pejabat publik terbuka dan dekat dengan masyarakat. "Kalau saya anggap itu positif saja. Pejabat publik memang harus begitu, harus terbuka," ucapnya.

Selain ingin lebih dekat dengan masyarakat, menurutnya, SBY akan menggunakan akun twitter untuk mengukur elektabilitasnya di tengah masyarakat.

"Itu saya pikir, SBY ingin mengukur bagaimana popularitasnya sekarang, elektabilitasnya,"pungkasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meluncurkan akun resmi twitter pribadinya dalam waktu dekat. Melalui akun twitter resminya tersebut, SBY pun siap dikritik.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa menuturkan, diskoneksi dengan realitas adalah mimpi buruk yang hendak dicegah oleh Presiden SBY. Lebih lanjut dia mengatakan, menerima kritik tajam dari followers adalah bagian dari upaya memelihara koneksi itu.

"SBY menerima semua konsekuensi itu, termasuk yang terburuk dari semuanya, yaitu ia harus melayani ocehan dan celotehan, dari yang lucu tetapi kurang relevan hingga sinisme yang ekstrim,"ujar Daniel kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Jumat (12/4/2013).

Dia menambahkan, SBY memang sudah bulat hatinya untuk juga menjadi bagian dari netcitizen. SBY juga, kata dia, ingin menjadi bagian dari denyut warga biasa dan membenamkan diri untuk terlibat dalam dialog bebas dan setara.

"Ini juga bagian dari pengejawantahan dirinya sebagai seorang demokrat yang terlibat dalam memperkuat citizenship atau kewarganegaraan," ungkapnya.

Daniel percaya, keputusan para pemimpin dunia untuk masuk ke dunia itu didasari oleh keyakinan akan makin pentingnya media sosial sebagai ruang publik yang juga memiliki sifat strategis dalam pembentukan opini politik.

"Kehidupan sosial kita sudah sangat berubah karena teknologi informasi. Begitu pula politik. Para pemimpin harus menyesuaikan diri agar mereka tetap dapat membuat koneksi dengan kenyataan sehari hari," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved