SBY diminta jangan keliru pilih kandidat Kapolri

Kamis, 11 April 2013 - 01:16 WIB
SBY diminta jangan keliru...
SBY diminta jangan keliru pilih kandidat Kapolri
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tak salah memilih kandidat calon Kapolri yang akan menggantikan Jenderal Pol Timur Pradopo.

Jika benar, dalam waktu dekat SBY akan mengganti Timur Pradopo dengan figur baru, maka orang yang dipilih itu harus mampu memulihkan wibawa hukum yang sudah berada di titik nadir.

"Tugas Polri dalam memulihkan wibawa hukum sangat berat. Faktor inilah yang mestinya menjadi dasar pertimbangan utama Presiden dalam memilih sosok bakal calon Kapolri yang akan menggantikan Jenderal (Pol) Timur Pradopo," ujar anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo melalui pesan singkatnya, Rabu (10/4/2013).

Menurut politikus Partai Golkar akrab disapa Bamsoet ini, wibawa hukum sudah berada di titik nadir. Kepercayaan terhadap penegak hukum terus anjlok menuju titik terendah, akibat semakin kuatnya arus pengingkaran terhadap supremasi hukum di negara ini.

Lanjut Bamsoet, sebuah survei baru-baru ini merilis 30 persen responden setuju dengan tindakan main hakim sendiri. Kata Bamsoet hal ini adalah bentuk pengingkaran supremasi hukum yang paling ekstrim. Sehingga, jika dibiarkan akan berbahaya, karena masyarakat pasti terdorong untuk mengadopsi hukum rimba.

"Saya berharap Presiden concern dengan kecenderungan ini. Sebab, pada akhirnya yang dipertaruhkan adalah masa depan persatuan dan kerukunan semua elemen masyarakat bangsa ini," tukasnya.

Karena Presiden berencana mengganti Kapolri, maka Presiden harus bisa menunjukkan kepeduliannya pada masalah ini saat memilih bakal calon Kapolri.

"Memang, pemulihan wibawa hukum bukan hanya menjadi tugas Polri. Namun, karena Polri berada di garda terdepan penegakan hukum, kontribusinya terhadap upaya memulihkan wibawa akan sangat signifikan dan strategis," tukasnya.

Seperti diketahui, SBY pada Agustus mendatang akan mengganti Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dengan figur baru yang cakap dan bisa menjalankan tugas terlebih menghadapi Pemilu 2014.

Namun rencana pergantian itu belum diketahui dari pihak Polri, mengingat masa pensiun Timur Pradopo masa setahun lagi yakni Januari 2014. Pihak Polri mengatakan tidak ada urgensi mengganti Timur Pradopo dalam waktu dekat, namun demikian pergatian itu tetap merupakan hak prerogatif Presiden RI.
(lns)
Berita Terkait
3 Pejabat Lanud Adi...
3 Pejabat Lanud Adi Soemarmo Mengalami Pergantian
Sekjen Kemenkumham:...
Sekjen Kemenkumham: Pergantian Pejabat Bentuk Tanggung Jawab
Kemenkumham Sebut Pergantian...
Kemenkumham Sebut Pergantian Pejabat Bentuk Tanggung Jawab
Jelang Pilkada, Isu...
Jelang Pilkada, Isu Pergantian Pejabat di Pemkab PALI Mencuat
Soal Pergantian Panglima...
Soal Pergantian Panglima TNI, GIAK: Calon Pejabat Publik Harus Transparan
Jelang Pergantian Tahun,...
Jelang Pergantian Tahun, Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur Dikepung Banjir
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved