Konvensi buka jalan Pramono jadi capres Demokrat

Rabu, 10 April 2013 - 09:03 WIB
Konvensi buka jalan...
Konvensi buka jalan Pramono jadi capres Demokrat
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melempar wacana pemilihan calon presiden (Capres) partai berlambang mercy dilakukan lewat sistem konvensi. Bahkan, SBY berpendapat capres berasal dari kalangan sipil.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi menilai, konvensi untuk menjaring calon presiden (capres) tidak tak akan mampu mengangkat popularitas dan elektabilitas Partai Demokrat.

"Kalau SBY dan internal Partai Demokrat jeli, justru publik melihat bahwa calon dari sipil bukan jaminan akan memperbaiki citra. Partai manapun termasuk Partai Demokrat. Publik sudah merasa bahwa elit sipil dan juga tentara yang ada di parpol tidak lagi bisa dipercaya," ujarnya kepada Sindonews, Rabu (10/4/2013).

Sebagai purnawirawan TNI, SBY dinilai tidak etis mendikotomikan sipil dan militer dalam konteks demokrasi saat ini. Justru, jikapun ada elit sipil yang relatif baik, tapi tidak terlalu dekat dengan lingkaran internal parpol.

"Katakanlah bahwa pernyataan itu untuk melindungi iparnya, Pramono Edhie Wibowo yang disiapkan untuk suksesi pengganti dirinya. Apakah itu SBY berkata seperti itu. Apalagi itu keluar dari mulut purnawirawan bintang empat," tandasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie setuju dengan kriteria Presiden 2014 dari kalangan sipil, seperti yang pernah dilontarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu.

"Itu kan kemauan Pak SBY. Saya juga punya kemauan Pak SBY juga punya. Saya sangat setuju, saya juga ingin presiden dari sipil," kata Marzuki yang juga Wakil Majelis Tinggi Partai Demokrat di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 9 April 2013.

Dia menilai, apa yang disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu, tidak ada yang salah. "Itu kan hak politik," katanya.

Maka itu, kata pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 6 November 1955 itu mengatakan, jika presiden 2014 datang dari kalangan sipil, maka diyakini akan membangun civil society di kalangan masyarakat.

Kendati demikian, dia menyampaikan, hal itu merupakan hak rakyat Indonesia yang akan memilih pemimpinnya lima tahun ke depan. "Tetapi masyarakat nanti yang memilih apakah militer, apakah sipil. Saya rasa itu juga sama pilihan demokrasi," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved