Figur muda Demokrat harus di luar dinasti SBY
Senin, 08 April 2013 - 02:02 WIB
Figur muda Demokrat harus di luar dinasti SBY
A
A
A
Sindonews.com - Kebijakan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengangkat sejumlah kader Demokrat menduduki posisi penting di partai, terus mendapat kritikan.
Kritikan itu muncul karena SBY menempatkan kader yang berusia tua, sedangkan untuk kalangan muda, hanya anaknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang mengisi jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens mengatakan, untuk memperlihatkan keseriusan SBY mengembangkan Demokrat sebagai salah satu parpol tonggak kehidupan bangsa, maka orang muda yang dipilih menjadi sekjen atau wakil sekjen dan pengurus lainnya harus dari luar dinasti politik SBY.
Dengan demikian, partai ini menjadi partai yang solid dan berdemokratis. "Orang muda harus dari luar keluarga ketua umum untuk menghilangkan warna dinasti politik yang bisa menjadi kontraproduktif bagi citra Demokrat," tegasnya saat dihubungi wartawan, Minggu (7/4/2013).
Seperti diketahui, pasca Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Bali, jajaran elite partai tersebut nyaris diisi oleh kader-kader senior. Bahkan, hingga sekarang, terjadi polemik terkait Ketua Umum Demokrat dan pengurus harian yang rangkap jabatan.
Karena itu, Presiden SBY seharusnya mempertimbangkan memilih kader-kader muda Demokrat untuk duduk dalam kepengurusan. Setidaknya, ini langkah untuk merebut lagi peluang politik 2014.
Kritikan itu muncul karena SBY menempatkan kader yang berusia tua, sedangkan untuk kalangan muda, hanya anaknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang mengisi jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens mengatakan, untuk memperlihatkan keseriusan SBY mengembangkan Demokrat sebagai salah satu parpol tonggak kehidupan bangsa, maka orang muda yang dipilih menjadi sekjen atau wakil sekjen dan pengurus lainnya harus dari luar dinasti politik SBY.
Dengan demikian, partai ini menjadi partai yang solid dan berdemokratis. "Orang muda harus dari luar keluarga ketua umum untuk menghilangkan warna dinasti politik yang bisa menjadi kontraproduktif bagi citra Demokrat," tegasnya saat dihubungi wartawan, Minggu (7/4/2013).
Seperti diketahui, pasca Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Bali, jajaran elite partai tersebut nyaris diisi oleh kader-kader senior. Bahkan, hingga sekarang, terjadi polemik terkait Ketua Umum Demokrat dan pengurus harian yang rangkap jabatan.
Karena itu, Presiden SBY seharusnya mempertimbangkan memilih kader-kader muda Demokrat untuk duduk dalam kepengurusan. Setidaknya, ini langkah untuk merebut lagi peluang politik 2014.
(maf)