Pengadilan Militer dituntut bekerja jujur, adil & transparan

Sabtu, 06 April 2013 - 12:07 WIB
Pengadilan Militer dituntut...
Pengadilan Militer dituntut bekerja jujur, adil & transparan
A A A
Sindonews.com - Pengadilan Mahkamah Militer diharapkan bisa bekerja secara jujur, adil dan transparan dalam memberikan hukuman bagi oknum Kopassus penyerang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Menurut Pengamat Militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti jika Pengadilan Militer dapat bekerja objektif maka masyarakat tidak perlu khawatir terkait hukuman yang diterima pelaku penyerangan itu. Jika memang pengadilan militer bersikap adil maka diyakini hukuman yang diterima oleh tersangka akan lebih berat ketimbang diadili di peradilan umum.

"Menurut saya jika mahkamah militer benar-benar dijalankan secara jujur, adil dan transparan itu akan lebih adil dari pengadilan biasa. Itu bisa satu setengah lebih tinggi," kata Ikrar dalam diskusi Polemik Sindo Radio bertamakan "Kecolongan di Cebongan" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (6/4/2013).

Lebih lanjut, kata dia, tak ada alasan bagi Pengadilan Militer untuk menutupi jalannya persidangan bagi 11 oknum Kopassus itu. Dirinya berpendapat, bahwa penyerangan di LP Cebongan sudah tidak dapat ditutup-tutupi dalam penyelesaiannya.

"Kejadian sekarang sangat kasat mata sehingga sulit Pengadilan Militer untuk menutupi sehingga harus terbuka agar jauh lebih baik dari pengadilan biasa," tuntasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Investigasi TNI AD terkait penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Brigjen TNI Unggul Yudhoyono, mengakui bahwa oknum Grup II Kopassus Kartosuro adalah pihak penyerang empat tahanan terkait pembunuhan Serka Santoso.

"Bahwa secara kesatria dan dilandasi kejujuran serta tanggung jawab, serangan LP Cebongan, Sleman, pada 23 Maret 2013 pukul 00.15 WIB diakui dilakukan oleh oknum anggota TNI AD, dalam hal ini Grup II Kopassus Kartosuro yang mengakibatkan terbunuhnya empat tahanan," kata Unggul beberapa waktu lalu.
(kri)
Berita Terkait
Lari, Budaya, dan Keindahan...
Lari, Budaya, dan Keindahan Bali: Maybank Marathon 2025 Siap Dimulai
Penyelidikan Kasus Maybank
Penyelidikan Kasus Maybank
Total Kredit Maybank...
Total Kredit Maybank Indonesia Tumbuh 10% pada 2024
Sukses Digelar di Bali,...
Sukses Digelar di Bali, Elite Label Road Race Maybank Marathon 2024 Umumkan Para Juara
Kolaborasi Moduit dan...
Kolaborasi Moduit dan Maybank Sekuritas Hadirkan Penyediaan Fitur Investasi Saham
Maybank Indonesia Siap...
Maybank Indonesia Siap Gelar Maybank Marathon 2025 di Bali, Catat Tanggalnya!
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved